Reynaldi Dorong Kampus di Subang Ikuti Kebutuhan Industri

|

GUGAH – Pesatnya arus investasi yang masuk ke Kabupaten Subang harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia kerja. Untuk itu, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mendorong perguruan tinggi di daerahnya agar menyesuaikan program pendidikan dengan perkembangan sektor industri yang terus tumbuh.

Menurut Reynaldy, keberadaan kawasan industri dan berbagai perusahaan baru di Subang membuka peluang kerja yang besar bagi masyarakat. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Karena itu, ia meminta kampus-kampus di Subang untuk mulai memetakan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan investor dan pelaku usaha. Penyesuaian kurikulum serta pembukaan program studi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan dunia industri.

Baca Juga:  Gaji Belum Cair, Ratusan Buruh PT Kwanglim Subang Mogok Kerja

“Siapkan jurusan itu yang sesuai dengan yang masuk ke Kabupaten Subang. Jangan terlalu muluk-muluk, buat jurusan seperti teknik industri, teknik otomotif, dan bidang lain yang benar-benar dibutuhkan oleh pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Subang,” ujar Reynaldy usai menghadiri Subang Investment Forum (SIF) 2026 di Aula Oman Sachroni, Kompleks Kantor Bupati Subang, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai, sektor manufaktur modern yang kini berkembang di Subang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis yang spesifik. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap terjun ke dunia industri.

Baca Juga:  MUI Garut Tegaskan Kirab Budaya Sunda Bukan Praktik Syirik, Budaya Dinilai Bisa Jadi Media Dakwah

Perguruan tinggi seperti Politeknik Negeri Subang dan Universitas Subang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan yang adaptif, produktif, serta memiliki daya saing tinggi sesuai kebutuhan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Reynaldy menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal dapat merasakan manfaatnya. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan penguatan keterampilan kerja menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan jangka panjang Kabupaten Subang.

Menurutnya, masyarakat Subang harus menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar menjadi penonton di tengah derasnya investasi yang terus berdatangan. Ketersediaan tenaga kerja lokal yang kompeten akan menjadi faktor penting dalam menciptakan pemerataan manfaat pembangunan.

Baca Juga:  Krisis Legitimasi Musorkablub KONI Subang, Cacat Prosedur hingga Tudingan Settingan Pemenang

Pemerintah Kabupaten Subang pun terus mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Sinergi tersebut diyakini mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat sekaligus mendukung keberlanjutan investasi di daerah.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Subang berharap tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara dunia pendidikan dan dunia usaha, sehingga pertumbuhan investasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih luas.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran