Ziarah May Day ala KSARBUMUSI Garut: Dari Makam Ulama, Spirit Perjuangan Buruh Dikuatkan

GARUT  — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Garut berlangsung dengan cara berbeda. Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC KSARBUMUSI) Garut menggelar ziarah bersama ke Makam Syekh Jafar Sidiq, sebagai bentuk penguatan spiritual dalam perjuangan buruh.

Sekitar 200 buruh dari berbagai basis KSARBUMUSI turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ziarah dipimpin oleh Ajengan Raden Agus selaku Katib Syuriah MWCNU Cibiuk, dengan rangkaian doa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Momentum ini tidak hanya menjadi penghormatan kepada ulama, tetapi juga upaya meneguhkan nilai-nilai perjuangan berbasis tradisi ke-NU-an.

Usai prosesi ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan forum refleksi perjuangan buruh yang digelar di Aula MWCNU Cibiuk. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut, H. Yayan Gunawan, S.Sos., M.Si., unsur kepolisian dari Polres Garut yang diwakili KBO Satintelkam, serta jajaran pengurus MWCNU setempat.

Baca Juga:  KBIH NU Pangandaran Dampingi Jamaah Terbanyak Tahun Ini

Ketua DPC KSARBUMUSI Garut, Ramlan Gumilar, SH, menegaskan bahwa ziarah telah menjadi tradisi organisasi dalam memperingati May Day. Ia menyebut, pendekatan spiritual ini menjadi pembeda sekaligus kekuatan khas KSARBUMUSI dalam memaknai perjuangan buruh.

“Pada tahun sebelumnya kami melaksanakan ziarah di Makam Sunan Cipancar Limbangan, dan tahun ini di Cibiuk. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ikhtiar menjaga ruh perjuangan agar tetap terhubung dengan nilai-nilai ulama,” ujarnya.

Menurutnya, KSARBUMUSI tidak lahir semata dari dinamika sosial ketenagakerjaan, tetapi juga dari ikhtiar batin para ulama. Karena itu, perjuangan buruh dalam tubuh KSARBUMUSI berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil).

Dalam forum tersebut, KSARBUMUSI Garut juga menyampaikan pernyataan sikap yang menyoroti sejumlah isu krusial ketenagakerjaan. Organisasi ini menegaskan bahwa buruh bukan sekadar alat produksi, melainkan manusia bermartabat yang berhak atas kehidupan layak, keadilan kerja, serta perlindungan hukum.

Baca Juga:  Sumpah Prabowo di  Monas: Saya Jadi Presiden Karena Dukungan Kaum Buruh

KSARBUMUSI secara tegas menolak praktik eksploitasi tenaga kerja, termasuk upah murah, jam kerja yang tidak manusiawi, serta sistem kontrak berkepanjangan tanpa kepastian. Pemerintah daerah pun didorong untuk lebih tegas dalam mengawasi perusahaan agar mematuhi hak normatif buruh.

Selain itu, tuntutan terhadap upah layak yang berkeadilan kembali digaungkan, seiring dengan kebutuhan hidup buruh dan keluarganya yang terus meningkat. KSARBUMUSI juga mendorong penguatan serikat buruh di tingkat basis sebagai alat perjuangan kolektif yang sah dan efektif.

Tidak hanya itu, organisasi ini menyerukan persatuan buruh di Kabupaten Garut agar lebih terorganisir dan memiliki kesadaran penuh terhadap hak-haknya. KSARBUMUSI juga menolak segala bentuk kriminalisasi dan intimidasi terhadap aktivis buruh, serta menegaskan pentingnya ruang demokrasi yang sehat dalam perjuangan pekerja.

Baca Juga:  MUI Garut Soroti Program MBG: Jangan Abaikan Standar Halal dan Higiene, SPPG Nakal Harus Ditutup

Lebih jauh, KSARBUMUSI menempatkan perjuangan buruh sebagai bagian dari jihad sosial untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan umat. Kolaborasi antara ulama, umaro (pemerintah), dan buruh dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan.

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Garut, juga diharapkan dapat memperkuat gerakan buruh berbasis nilai keagamaan dan kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, KSARBUMUSI Garut ingin menegaskan bahwa May Day tidak hanya menjadi ruang aksi dan tuntutan, tetapi juga momentum refleksi, konsolidasi, serta penguatan spiritual. Dengan demikian, perjuangan buruh tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara moral dan nilai.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *