Konferensi III MWCNU Langkaplancar Tetapkan KH Muhyidin dan Ky Habibudin Pimpin NU Masa Khidmat 2026–2031

|

GUGAH – Konferensi III Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Langkaplancar yang digelar pada Sabtu (20/6/2026) berlangsung khidmat, tertib, aman, dan penuh semangat kekeluargaan. Forum permusyawaratan tertinggi NU di tingkat kecamatan itu menetapkan KH Muhyidin sebagai Rais Syuriyah dan Ky Habibudin, S.IP., M.Si. sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Langkaplancar masa khidmat 2026–2031.

Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme musyawarah yang mengedepankan nilai persatuan dan kebersamaan. Hasil konferensi disambut antusias oleh peserta serta warga Nahdliyin yang hadir.

Ketua Panitia Konferensi III MWCNU Langkaplancar, Ky Musadad, S.Pd.I., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan konferensi yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Konferensi III MWCNU Langkaplancar berjalan lancar, tertib, aman, dan penuh khidmat. Ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong seluruh unsur Nahdlatul Ulama serta dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya kepada NU Online.

Menurut Musadad, keberhasilan konferensi menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga Nahdliyin di Langkaplancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU Pangandaran, Forkopimcam Langkaplancar, pemerintah desa, badan otonom NU, para peserta konferensi, dan seluruh warga Nahdliyin yang telah mendukung kegiatan ini. Tanpa dukungan semua pihak, konferensi tidak akan berjalan sebaik ini,” katanya.

Ia menegaskan, konferensi bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan NU ke depan.

“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merancang program yang lebih baik agar NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Konferensi dihadiri jajaran PCNU Pangandaran, Forkopimcam Langkaplancar, para kepala desa, pengurus MWCNU, badan otonom NU, tokoh agama, serta perwakilan ranting NU se-Kecamatan Langkaplancar.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah terpilih, Ky Habibudin, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif bersama seluruh elemen NU.

“Jabatan ini bukan kehormatan pribadi, melainkan amanah organisasi yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu saya mengajak seluruh pengurus, kader, dan warga Nahdliyin untuk bersama-sama membangun NU Langkaplancar yang lebih maju dan bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  Koruptor Tak Bisa Lolos dengan Pensiun, Gus Ipul: Tetap Akan Dikejar

Habibudin mengatakan kepengurusan baru akan fokus memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kebangsaan.

Di bidang keagamaan, pihaknya berkomitmen memperkuat dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang moderat, ramah, dan menyejukkan.

“Kami akan memperkuat dakwah Aswaja An-Nahdliyah yang toleran dan rahmatan lil ‘alamin. NU harus menjadi penjaga tradisi keislaman yang moderat sekaligus mampu menjawab tantangan zaman,” jelasnya.

Pada sektor pendidikan, MWCNU Langkaplancar akan memberikan perhatian khusus terhadap penguatan lembaga pendidikan dan pesantren sebagai pusat kaderisasi Nahdlatul Ulama.

“Pesantren dan lembaga pendidikan merupakan benteng kaderisasi NU. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda Nahdliyin menjadi prioritas kami ke depan,” ungkapnya.

Sementara di bidang ekonomi, kepengurusan baru berkomitmen mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kemandirian ekonomi umat menjadi salah satu fokus kami. NU harus mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain itu, Habibudin menegaskan pentingnya terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagaimana diwariskan para ulama NU.

“Semangat hubbul wathan minal iman harus terus kita rawat. Menjaga persatuan bangsa, merawat kerukunan, dan memperkuat komitmen kebangsaan merupakan bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Terpilihnya KH Muhyidin sebagai Rais Syuriyah dan Ky Habibudin sebagai Ketua Tanfidziyah diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan organisasi di tingkat kecamatan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi jam’iyah dan jamaah, meningkatkan pelayanan kepada umat, serta memperluas kemanfaatan NU bagi masyarakat.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh warga Nahdliyin agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta menghadirkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” pungkas Habibudin.

Berakhirnya Konferensi III MWCNU Langkaplancar menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu mewujudkan MWCNU Langkaplancar yang semakin solid, mandiri, adaptif, dan berdaya guna dalam melayani umat serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

KH Muhyidin dan Ky Habibudin Pimpin NU Masa Khidmat 2026–2031

PANGANDARAN – Konferensi III Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Langkaplancar yang digelar pada Sabtu (20/6/2026) berlangsung khidmat, tertib, aman, dan penuh semangat kekeluargaan. Forum permusyawaratan tertinggi NU di tingkat kecamatan itu menetapkan KH Muhyidin sebagai Rais Syuriyah dan Ky Habibudin, S.IP., M.Si. sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Langkaplancar masa khidmat 2026–2031.

Baca Juga:  DPR Sudah Ingatkan BGN Sebelum Kejagung Geledah Kantor, Dasco: Catatan Evaluasi Sudah Disampaikan ke Pemerintah

Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme musyawarah yang mengedepankan nilai persatuan dan kebersamaan. Hasil konferensi disambut antusias oleh peserta serta warga Nahdliyin yang hadir.

Ketua Panitia Konferensi III MWCNU Langkaplancar, Ky Musadad, S.Pd.I., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan konferensi yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Konferensi III MWCNU Langkaplancar berjalan lancar, tertib, aman, dan penuh khidmat. Ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong seluruh unsur Nahdlatul Ulama serta dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya kepada NU Online.

Menurut Musadad, keberhasilan konferensi menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga Nahdliyin di Langkaplancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU Pangandaran, Forkopimcam Langkaplancar, pemerintah desa, badan otonom NU, para peserta konferensi, dan seluruh warga Nahdliyin yang telah mendukung kegiatan ini. Tanpa dukungan semua pihak, konferensi tidak akan berjalan sebaik ini,” katanya.

Ia menegaskan, konferensi bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan NU ke depan.

“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merancang program yang lebih baik agar NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Konferensi dihadiri jajaran PCNU Pangandaran, Forkopimcam Langkaplancar, para kepala desa, pengurus MWCNU, badan otonom NU, tokoh agama, serta perwakilan ranting NU se-Kecamatan Langkaplancar.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah terpilih, Ky Habibudin, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif bersama seluruh elemen NU.

“Jabatan ini bukan kehormatan pribadi, melainkan amanah organisasi yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu saya mengajak seluruh pengurus, kader, dan warga Nahdliyin untuk bersama-sama membangun NU Langkaplancar yang lebih maju dan bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  PBNU Dorong NU Garut Perkuat Akar Gerakan, Dari Lailatul Ijtima hingga Pelayanan Sosial Berbasis Umat

Habibudin mengatakan kepengurusan baru akan fokus memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kebangsaan.

Di bidang keagamaan, pihaknya berkomitmen memperkuat dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang moderat, ramah, dan menyejukkan.

“Kami akan memperkuat dakwah Aswaja An-Nahdliyah yang toleran dan rahmatan lil ‘alamin. NU harus menjadi penjaga tradisi keislaman yang moderat sekaligus mampu menjawab tantangan zaman,” jelasnya.

Pada sektor pendidikan, MWCNU Langkaplancar akan memberikan perhatian khusus terhadap penguatan lembaga pendidikan dan pesantren sebagai pusat kaderisasi Nahdlatul Ulama.

“Pesantren dan lembaga pendidikan merupakan benteng kaderisasi NU. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda Nahdliyin menjadi prioritas kami ke depan,” ungkapnya.

Sementara di bidang ekonomi, kepengurusan baru berkomitmen mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kemandirian ekonomi umat menjadi salah satu fokus kami. NU harus mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain itu, Habibudin menegaskan pentingnya terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagaimana diwariskan para ulama NU.

“Semangat hubbul wathan minal iman harus terus kita rawat. Menjaga persatuan bangsa, merawat kerukunan, dan memperkuat komitmen kebangsaan merupakan bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Terpilihnya KH Muhyidin sebagai Rais Syuriyah dan Ky Habibudin sebagai Ketua Tanfidziyah diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan organisasi di tingkat kecamatan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi jam’iyah dan jamaah, meningkatkan pelayanan kepada umat, serta memperluas kemanfaatan NU bagi masyarakat.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh warga Nahdliyin agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta menghadirkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” pungkas Habibudin.

Berakhirnya Konferensi III MWCNU Langkaplancar menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu mewujudkan MWCNU Langkaplancar yang semakin solid, mandiri, adaptif, dan berdaya guna dalam melayani umat serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran