GUGAH – Pimpinan Bawaslu Jawa Barat, Hj. Nuryamah, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi melalui pendidikan moral, toleransi, dan pengawasan partisipatif masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Nuryamah saat menghadiri Haul ke-45 Pondok Pesantren Al-Ishlah Jatireja, Kabupaten Subang, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Pengasuh Ponpes Al-Ishlah, KH Ushfuri Anshor, para kiai, ustaz, santri, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Nuryamah mengatakan pesantren merupakan pondasi moral yang sangat penting bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
“Pesantren adalah pondasi moral demokrasi. Di dalamnya tumbuh pendidikan toleransi, nilai-nilai kebangsaan, dan semangat menjaga persatuan. Modal sosial yang dimiliki pesantren menjadi kekuatan besar dalam membangun pengawasan partisipatif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pesantren dalam demokrasi tidak hanya terbatas pada momentum Pemilu maupun Pilkada, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat untuk terus mengawal kehidupan demokrasi yang sehat.
Ia menilai keberadaan para kiai dan ustaz di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki peran sebagai penguat demokrasi sekaligus penjaga nilai-nilai moral bangsa.
“Peran pesantren tidak berhenti saat pesta demokrasi berlangsung. Pesantren terus hadir membimbing masyarakat agar demokrasi berjalan dengan berlandaskan etika, kejujuran, dan tanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, Haul ke-45 Pondok Pesantren Al-Ishlah berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan jamaah. Sosok KH Ushfuri Anshor sebagai pengasuh pesantren dikenal sebagai ulama karismatik yang menjadi panutan masyarakat serta sumber rujukan ilmu bagi para santri dan umat.***



Tinggalkan Balasan