GUGAH – Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Purwakarta terancam dibekukan bersamaan proses hukum oleh Kejagung terhadap trio eks bos BGN.
Sonny Sonjaya, mantan Waka BGN yang telah ditetapkan tersangka ditengarai jadi pihak paling banyak afiliasi dapurnya di Purwakarta dibanding mantan petinggi BGN lainnya. Banyak sumber menyebut jumlah dapur ‘binaan’ Sony mencapai puluhan titik. Baik yang sudah beroperasi maupun yang masih proses membangun.
“Banyak pak, dapurnya. Tersebar di Purwakarta. Paling banyak di Plered dan Tegalwaru,” ujar Asep, Warga Kecamatah Plered, Sabtu (6/6/2026).
Sumber menyebut, alasan mengapa dapur Sony tumbuh subur di daerah bertajuk Purwakarta Istimewa ini. Selain karena saat itu Sony masih menjabat sebagai Direktur Verifikasi di BGN, sehingga cukup strategis perannya menentukan titik dapur, Sony juga dilaporkan berkeluarga di Purwakarta, khususnya Kecamatan Plered.
Terpisah, Koordinator Pemantau Lapangan Gerakan Kawal MBG Purwakarta, Merry M Velly berpendapat jika pembekuan dapur idealnya dilakukan sebagai upaya sterilisasi agar program MBG tetap berjalan sesuai koridor hukum dan tepat sasaran tanpa adanya intervensi pihak tertentu.
“Jika terbukti melanggar ketentuan operasional dan terdapat indikasi pelanggaran administratif atau penyalahgunaan kewenangan, pihak terkait dalam hal ini BGN sebaiknya membekuka dapur-dapur yang bersangkutan,” kata Teh Merry.
Masyarakat Purwakarta berharap agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah ini tidak dikotori oleh kepentingan kelompok tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program dalam hal ini Koordinator SPPG Wilayah Purwakarta maupun perwakilan dari pihak dapur yang diduga terafiliasi tersebut belum memberikan keterangan resmi.*



Tinggalkan Balasan