PURWAKARTA – Polemik klaim kerugian Rp35 miliar yang ramai beredar di media sosial kembali memunculkan tanggapan dari pihak yang mengaku pernah terlibat dalam tim relawan pemenangan. Mantan relawan pasangan ZeinJo, Merry M.Velly menyebut, berdasarkan pengetahuannya, dana yang kini dipersoalkan diduga merupakan uang pinjaman untuk kebutuhan kampanye politik.
“Sepengetahuan saya, dana itu merupakan pinjaman dari almarhum Pak Suteja untuk biaya kampanye Abang Ijo, bukan murni uang pribadi,” ujar Merry kepada awak media, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, publik perlu mendapatkan penjelasan utuh terkait konstruksi dana yang disebut mengalami kerugian hingga Rp35 miliar tersebut.
“Kalau narasinya sekarang seolah kerugian pribadi sebesar itu, masyarakat tentu bertanya-tanya. Karena yang saya tahu, uang itu konteksnya pinjaman untuk kepentingan kampanye,” ucapnya.
Kata Merry, penjelasan mengenai asal-usul dana menjadi penting agar informasi yang berkembang di media sosial tidak menimbulkan persepsi liar di tengah masyarakat. “Jangan sampai publik hanya menerima angka besar tanpa memahami latar belakang uang itu sebenarnya dipakai untuk apa,” ujarnya.
Ia menilai, isu tersebut semestinya dibuka secara transparan apabila memang sudah masuk ke ranah hukum maupun konsumsi publik. “Kalau sudah dibawa ke publik dan jadi konsumsi media sosial, wajar masyarakat mempertanyakan sumber dan peruntukan dananya,” katanya.
Mantan relawan itu juga menyoroti cepatnya penyebaran narasi Rp35 miliar di media sosial yang dinilai mulai membentuk berbagai spekulasi. “Karena informasinya berkembang liar, akhirnya muncul banyak tafsir sendiri di masyarakat. Padahal persoalan seperti ini harus dijelaskan utuh supaya tidak menyesatkan opini publik,” demikian Merry.*



Tinggalkan Balasan