Cikelet Masuk Radar Kemensos: Garut Siap Jadi Pionir Sekolah Rakyat Permanen di 2026

GARUT – Masa depan pendidikan bagi kelompok rentan di Kabupaten Garut mulai menemui titik terang. Kabupaten Garut resmi diproyeksikan sebagai daerah prioritas pembangunan Sekolah Rakyat permanen dalam Program Strategis Nasional (PSN) 2026. Tim Kementerian Sosial (Kemensos) RI bahkan langsung turun gunung untuk memverifikasi kelayakan lokasi di wilayah Kecamatan Cikelet, Rabu (13/5/2026).

Langkah serius ini berawal dari pertemuan di Ruang Pamengkang, Pendopo Garut. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima langsung Ketua Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Kemensos RI, Herman, untuk mematangkan konsep fasilitas pendidikan yang terintegrasi dengan layanan sosial ini.

Baca Juga:  Bedah PPOA Jadi Langkah Strategis Fatayat NU Langkaplancar Perkuat Organisasi hingga Tingkat Ranting

Kemensos tidak main-main dalam menentukan lokasi pembangunan. Herman menegaskan bahwa verifikasi teknis mencakup aspek legalitas lahan hingga kondisi geografis yang sangat spesifik.

Sejumlah syarat mutlak yang harus dipenuhi antara lain:

  1. Legalitas Kepemilikan Lahan: Status tanah harus bersih dan jelas secara hukum.
  2. Bukan Kawasan Lindung: Lokasi tidak boleh berada di Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Sawah yang Dilindungi (SYD).
  3. Kontur Tanah Aman: Kemiringan lahan maksimal hanya 10 persen untuk menjamin keamanan bangunan.
  4. Aksesibilitas: Lokasi harus mudah dijangkau dan minim risiko bencana.

“Verifikasi teknis lanjutan nantinya akan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan seluruh aspek kelayakan pembangunan benar-benar terpenuhi,” tegas Herman.

Baca Juga:  Kericuhan Pecah di Jantung Kota Bandung: Massa Aksi Rusak Fasilitas Umum dan Bakar Pos Polisi

Bupati Abdusy Syakur Amin memastikan jajarannya siap “gaspol” menyiapkan seluruh kebutuhan administratif maupun penyediaan lahan. Baginya, Sekolah Rakyat adalah instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan inklusif.

“Program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi juga tentang membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami berkomitmen menyiapkan seluruh persyaratan yang diperlukan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengungkapkan bahwa antusiasme warga Garut terhadap konsep ini sangat tinggi. Saat ini, program rintisan Sekolah Rakyat sudah membina 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar.

Baca Juga:  Dugaan Pelecehan Berkedok Perbaikan Nilai di PNUP Makassar, Oknum Dosen Dinonaktifkan

Kesuksesan tahap rintisan inilah yang membawa Garut masuk dalam skala prioritas pusat. Usai verifikasi di Pendopo, tim gabungan langsung bertolak ke Cikelet untuk meninjau kontur tanah dan akses jalan di lokasi calon sekolah tersebut.

Jika lolos verifikasi, Sekolah Rakyat permanen ini akan menjadi mercusuar baru bagi pemerataan pendidikan berbasis sosial di Jawa Barat, sekaligus mengangkat martabat keluarga kurang mampu di Kabupaten Garut.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran