Merayakan Hari Perawat Sedunia Lewat Kata-kata

CIAMIS – Hari perawat sedunia yang jatuh pada 12 Mei, hanya dirayakan dengan untaian kata. Narasi ucapan selamat dan terimakasih bertebar di media sosial. Di Ciamis tidak ada perayaan.

Kendati demikian Internasional Nurses Day ini tak luput dari perhatian Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. Herdiat masih sempat memberikan ucapan selamat melalui media sosial pemerintah.

Hanya ucapan selamat, tapi paling tidak hal kecil ini bisa memberikan suport moral bagi jururawat dalam menjalankan tugas mulianya. Karena kata-kata apresiasi bisa menyalakan semangat seseorang yang lelah.

Kata-kata ucapan selamat dan terimakasih menjadi suplemen diantara sekian banyak makian, amarah, dan cacian pasien dan keluarga pasien di rumah sakit.

Bagaimapun perawat tenaga kesehatan pertama yang berhadapan langsung dengan pasien. Pandemi Covid -19 menjadi gambaran nyata. Perawat menyaksikan kematian setiap saat di depan mata mereka, tapi mereka harus bertugas di barisan depan. Menyampingkan rasa takut akan keselamatan keluarga mereka sendiri.

Baca Juga:  Simbol Sakral Mahkota Binokasih Tiba di Kota Kembang, Ribuan Pasang Mata Kepung Puncak Kirab Budaya

Maka walau hanya kata-kata, ucapan selamat dan terimakasih itu menjadi pelipur.

Inti dari International Nurses Day adalah menghayati perjuangan Florence Nightingale sebagai pahlawan kesehatan dunia. “Kami adalah pewarisnya. Kami sendiri merayakannya dengan bertugas sepenuh hati di garda depan pelayanan kesehatan,” kata Eni salah seorang jururawat di Ciamis.

“Our Nurses, Our Future, Empowered Nurses Save Lives”, “Perawat Kita, Masa Depan Kita, Perawat yang Berdaya Menyelamatkan Nyawa,”. Tema ini menggambarkan dunia kesehatan mungkin akan runtuh jika para pewaris perjuangan Nurse Florence ini tidak berdiri tegak di garda depan.

Baca Juga:  Baznas Ciamis Diminta Bijak Soal Zakat ASN yang Belum Mencapai Nisab

Catatan di Momentum Bersejarah

Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ciamis Deni Wahyudi mengakui, memang tidak ada kegiatan peringatan Hari Perawat Sedunia. PPNI biasanya menggelar kegiatan di Hari Perawat Nasional bertepatan dengan hari jadi PPNI.

Pada momentum hari bersejarah perawat sedunia ini, Deni Wahyu memiliki sejumlah catatan kondisi perawat saat ini.

Dari aspek kesejahteraan, perawat yang bertugas di rumah sakit sudah mendapatkan penghasilan setara UMR. Namun kata Deni, yang bertugas di Puskesmas masih ada yang di bawah UMR bahkan ada yang hanya mendapatkan Rp500 ribu.

Kendati Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 membuka ruang perawat bisa praktek mandiri, di lapangan untuk membuka praktek mandiri perawat dihadapkan dengan kendala perizinan.

Baca Juga:  Wujudkan Sekolah Sehat, Dinkes Kota Tangerang Kukuhkan 100 Inspektur Pangan Cilik

Realitas di lapangan tertutama di daerah perdesaan masyarakat masih membutuhkan jasa mantri ( perawat ).

Secercah harapan sempat terbuka ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencanangkan Mantri Desa, satu desa satu perawat.

Namun, harapan itu sepertinya akan sirna, karena hingga saat ini program Mantri Desa belum berjalan, belum jelas sistem pengupahannya. Tidak seperti Bidan Desa.

“Ada harapan ketika Pak Gubernur mencanangkan Mantri Desa, tapi ya… kesejahteraanya belum jelas, sehingga program ini pun masih belum jelas, belum berjalan,” ujar Deni di Sekretariat PPNI Ciamis, Selasa (12/5/2026).***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran