gugah.co – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Kuningan tahun 2027, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Kuningan mengingatkan agar dinamika pemilihan kepengurusan tidak menggeser orientasi organisasi dari nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama.
Ketua Sarbumusi Kabupaten Kuningan, Afif Saefulmillah, menilai mulai bermunculannya sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon Ketua PCNU Kuningan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam jam’iyah. Yang terpenting, tema besarnya harus sama, yakni NU kembali ke Khittah,” kata Afif dalam keterangan yang diterima Gugah.co, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Afif, semangat kembali ke Khittah 1926 bukan berarti NU menolak perubahan, melainkan mengembalikan organisasi pada fungsi utamanya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang berkhidmat di bidang keagamaan dan kemasyarakatan, bukan menjadi alat kepentingan politik praktis.
Ia juga menekankan pentingnya kepengurusan NU ke depan untuk lebih memperhatikan persoalan masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk pesantren, madrasah, masjid, majelis taklim, serta kelompok pekerja, buruh, petani, dan masyarakat kecil.
“Jangan sampai NU sibuk di atas, tetapi lupa terhadap warga di bawah,” ujarnya.
Selain itu, Afif mengajak seluruh unsur di lingkungan NU untuk menjaga kebersamaan selama proses Konfercab berlangsung. Menurutnya, siapapun yang nantinya terpilih memimpin PCNU Kuningan periode 2027–2032 harus mampu menjadi pemersatu serta menjaga independensi organisasi dari berbagai kepentingan.
Sarbumusi, lanjutnya, berkomitmen mengawal jalannya Konfercab agar berlangsung secara demokratis, bermartabat, dan sesuai mekanisme organisasi. Organisasi tersebut juga menyatakan tidak akan terlibat dalam dukung-mendukung terhadap calon tertentu.
Pernyataan Sarbumusi tersebut muncul di tengah mulai menghangatnya pembahasan mengenai suksesi kepemimpinan PCNU Kuningan menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan saat ini.***






Tinggalkan Balasan