GUGAH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Cipedes bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya menggelar Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Emas di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cipedes, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda 2026 itu mengangkat tema “Peran Pemuda Lintas Agama dalam Persatuan Bangsa”. Dialog diikuti organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dan perwakilan pemuda lintas agama di Kecamatan Cipedes.
Ketua PAC GP Ansor Cipedes, Samsul Bahri, yang memandu jalannya dialog mengatakan peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.
“Perbedaan organisasi, keyakinan, maupun pandangan seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Samsul dalam keterangan yang diterima Gugah.co pada Jumat (30/10/2026).
Penyuluh Agama Islam KUA Cipedes, Dodo Murtado, mengatakan pemuda lintas agama memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan melalui sikap saling menghormati dan moderasi beragama.
“Pemuda lintas agama memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat kerukunan, menangkal intoleransi, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dialog berlangsung interaktif dengan menghadirkan perwakilan dari GP Ansor, Pemuda Persis, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda PUI, Ikatan Remaja Masjid (Irema), Pemuda Kristen, dan Pemuda Katolik. Mereka membahas peran generasi muda dalam memperkuat komunikasi lintas iman, menyikapi perbedaan, serta kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat, menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Ade Hendar, meminta hasil dialog tidak berhenti pada tataran diskusi.
“Deklarasi ini harus ditindaklanjuti melalui aksi nyata dalam waktu satu bulan ke depan,” katanya.
Pada akhir kegiatan, seluruh perwakilan organisasi menandatangani Deklarasi Pemuda Lintas Agama untuk Cipedes Toleran, Aman, dan Nyaman.
Deklarasi tersebut memuat tujuh komitmen, yakni menjaga persatuan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat Sumpah Pemuda; menghormati perbedaan agama dan keyakinan; menolak intoleransi, diskriminasi, ujaran kebencian, hoaks, provokasi, dan kekerasan; menjadi pelopor lingkungan yang aman dan nyaman; memperkuat kolaborasi lintas agama di bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat; mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan; serta merealisasikan deklarasi melalui aksi nyata sesuai peran masing-masing organisasi.***





Tinggalkan Balasan