Anwar Abbas: Gus Yaqut Jarang Tidur, Rapat dari Pagi hingga Subuh demi Kelancaran Haji 2024

|

GUGAH – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas mengungkapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut bekerja keras untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2024 berjalan lancar.

Anwar mengaku menyaksikan langsung Gus Yaqut yang jarang tidur karena harus mengikuti rapat sejak pagi hingga menjelang subuh. Rapat tersebut membahas secara terperinci pergerakan jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kesaksian itu disampaikan Anwar Abbas saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan Kementerian Agama (Kemenag) periode 2023–2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024, Anwar Abbas diketahui menjabat sebagai Amirul Hajj.

Mulanya, penasihat hukum Gus Yaqut menanyakan apakah mantan Menag tersebut turut menghitung kebutuhan matras bagi jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina. Anwar membenarkan hal itu.

“Iya, dilakukan itu. Dilakukan. Dihitung itu saat itu,” jawab Anwar Abbas.

Baca Juga:  Sunanto Dampingi Buya Anwar Abbas Bersaksi untuk Gus Yaqut, Sebut Persahabatan Tak Luntur oleh Proses Hukum

Saat ditanya apakah menyaksikan langsung aktivitas tersebut, Anwar kembali membenarkan. Menurutnya, seluruh pembahasan difokuskan agar penyelenggaraan haji 2024 berlangsung dengan baik.

“Ya, saya intinya itu menurut saya adalah bagaimana caranya supaya penyelenggaraan haji tahun 2024 itu berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar ya,” kata Ketua PP Muhammadiyah tersebut.

Anwar mengatakan Gus Yaqut berupaya meminimalkan berbagai keluhan yang mungkin muncul selama penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, kesibukan hingga tidak sempat beristirahat merupakan bentuk tanggung jawab Gus Yaqut sebagai Menteri Agama.

“Kalau ada keluhan, pasti ada keluhan, tetapi diminimalisir. Kan itu yang kita digariskan oleh Gus Yaqut. Oleh karena itu, beliau saya lihat itu mungkin karena ketakutan beliau juga ya, ketakutan beliau gagal gitu ya, sehingga itulah yang menyebabkan beliau enggak tidur-tidur itu saya,” lanjut Anwar.

Ketika penasihat hukum mendalami alasan Gus Yaqut disebut tidak tidur, Anwar menegaskan hal itu bukan karena trauma, melainkan tanggung jawab menjalankan amanah sebagai pejabat negara.

Baca Juga:  KPK Telusuri Perusahaan Terafiliasi Adik Eks Kepala BNPB dalam Dugaan Korupsi Dana Bencana

“Menurut saya enggak, ya karena tanggung jawab.”

Ia menambahkan Gus Yaqut tidak ingin dinilai gagal menjalankan tugas sebagai Menteri Agama.

“Dia tidak mau dinilai enggak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Itu saja. Dia enggak mau lah dinilai seperti itu,” tuturnya.

Tidur di Tenda Bersama Jemaah

Dalam persidangan, Anwar Abbas juga menceritakan pengalamannya bersama Gus Yaqut saat berada di Mina dan Arafah. Menurutnya, mereka pernah tidur bersama di tenda jemaah selama menjalankan tugas pada penyelenggaraan haji 2024.

“Ya, kami sama-sama tidur di Mina, tidur di tenda itu juga,” kata Anwar.

Menurutnya, kesediaan seorang menteri tidur di tenda bersama jemaah merupakan hal yang patut diapresiasi.

“Tidur di tenda, ya, bagi saya ini sebuah hal yang saya apresiasi juga, seorang menteri mau selonjoran di mana? Tidak di hotel beliau ini?”

Anwar mengaku menginginkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan berada di tengah-tengah jemaah agar mengetahui langsung kondisi yang mereka hadapi selama berhaji.

Baca Juga:  Gus Yaqut Nilai Pernyataan Saksi yang Dihadirkan KPK Bohong Semua

“Enggak, di apa tuh di Mina itu, di Arafah kita juga apa. Saya terus terang ya, pengin seorang pemimpin pengin-pengin begitulah ya, yang merakyat, yang dekat dengan jemaah, sehingga mereka tahu persis apa siapa yang pemimpin mereka, siapa yang menjadi amirul hajj mereka,” ujarnya.

Ia juga menilai hubungan Gus Yaqut dengan jemaah haji saat itu terjalin cukup dekat.

“Dan saya melihat keintiman antara Pak Yaqut dengan jemaah cukup bagus menurut saya,” kata Anwar.

Sebagai informasi, sidang lanjutan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan Kemenag periode 2023–2024 pada Kamis (29/10/2026) menghadirkan tujuh saksi yang diajukan tim penasihat hukum Gus Yaqut.

Selain Anwar Abbas, enam saksi lainnya yakni Muhammad Basori dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Rahmah Surabaya, Muhammad Asnawi, Budi Santosa, Amat Mulyoko, Muslih, dan Muhammad Irham yang merupakan petugas haji.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Ni Kadek Susantiani bersama dua hakim anggota.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran