GUGAH — Persaingan memperoleh Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga kualitas dokumen, kemampuan wawancara, hingga kejelasan rencana studi dan kontribusi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Padjadjaran bersama Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat kembali membuka LPDP Preparation Camp (LPC) Batch 6.
Program yang memasuki penyelenggaraan tahun keenam sejak pertama kali digelar pada 2021 itu dirancang sebagai bootcamp intensif selama satu bulan bagi calon pendaftar LPDP. Kegiatan berlangsung secara luring di Bandung dengan pendampingan dari mentor serta penerima beasiswa LPDP.
Ketua Panitia LPC Batch 6, Ridwan Fikri Maulana, mengatakan program tersebut disusun untuk membantu peserta memahami seluruh tahapan seleksi LPDP secara lebih terstruktur.
“Kami ingin peserta tidak hanya siap memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga memiliki kesiapan akademik, arah kontribusi, dan kemampuan menghadapi proses seleksi,” ujar Ridwan.
Selama bootcamp, peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran yang dimulai dari pemetaan potensi diri, penguatan kemampuan bahasa Inggris, penyusunan curriculum vitae (CV), esai, study plan, dan contribution plan. Program juga mencakup latihan TOEFL ITP, Tes Bakat Skolastik (TBS), simulasi wawancara, diskusi kelompok, hingga mock selection yang dirancang menyerupai proses seleksi LPDP.
Menurut panitia, kurikulum tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan lima angkatan sebelumnya. Pendampingan juga melibatkan awardee LPDP yang berbagi pengalaman mengenai berbagai jalur beasiswa, baik reguler, afirmasi, dalam maupun luar negeri.
Program ini terbuka bagi lulusan S1 atau pemegang Surat Keterangan Lulus (SKL) yang berencana mengikuti seleksi LPDP. Peserta harus memiliki IPK minimal 3,00, berusia maksimal 35 tahun pada tahun pendaftaran LPDP, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara luring.
Karena menggunakan sistem pendampingan intensif, jumlah peserta dibatasi dan akan diseleksi melalui tahapan administrasi, prates TOEFL ITP, Tes Bakat Skolastik, serta wawancara.
Ketua Komisariat PMII Unpad, Sahabat Naim, menyebut bootcamp tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi melalui beasiswa.
“Kami berharap semakin banyak calon pendaftar LPDP yang memiliki kesiapan lebih baik, baik dari sisi dokumen, substansi, maupun rencana kontribusi setelah menyelesaikan studi,” katanya.
Pendaftaran LPC Batch 6 dibuka hingga November 2026. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, dan mekanisme seleksi dapat diakses melalui kanal resmi penyelenggara atau KLIK DISINI.***





Tinggalkan Balasan