JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan keberlanjutan pendidikan 252 santri Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, pasca munculnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lembaga tersebut. Langkah ini dilakukan dengan memfasilitasi kepindahan seluruh santri ke sejumlah lembaga pendidikan yang tersebar di wilayah Pati.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan hak pendidikan para santri tidak terputus. Selain memfasilitasi perpindahan siswa, Kemenag juga akan mengambil langkah administratif tegas terhadap lembaga terkait.
“Sejalan dengan proses afirmasi terhadap para santri, Kemenag juga akan mencabut tanda daftar (Ijop) Pesantren Ndolo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Kabupaten Pati,” ujar Basnang Said di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data Kemenag, dari total 252 santri, seluruhnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026. Data jenjang pendidikan mencakup 4 santri tingkat Raudlatul Athfal, 89 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), 91 santri SMP, 50 santri Madrasah Aliyah (MA), dan 8 santri hanya bermukim. Khusus untuk 30 santri kelas 6 MI yang telah mengikuti ujian pada April lalu, dipastikan status kelulusannya tetap terjaga meskipun tidak lagi tinggal di pesantren.
Kemenag telah merekomendasikan enam lembaga pendidikan tujuan di Kabupaten Pati, yakni MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil. Tidak hanya santri, tenaga pendidik dan kependidikan juga akan didistribusikan ke madrasah atau sekolah di bawah binaan Kemenag serta Dinas Pendidikan setempat.
Kementerian Agama bersama instansi terkait juga memberikan pendampingan psikologis bagi para korban guna menangani dampak trauma akibat insiden kekerasan seksual yang terjadi.
“Pendidikan para santri Ndolo Kusumo harus terus berlanjut, ini yang juga menjadi fokus Kementerian Agama. Kita akan pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati,” tegas Basnang.***



Tinggalkan Balasan