GUGAH – Rais Syuriyah PWNU Bengkulu, KH Hasbullah Achmad, menyatakan lebih memilih mekanisme lama dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Sikap tersebut disampaikannya saat dimintai tanggapan mengenai opsi mekanisme pemilihan yang akan diputuskan dalam sidang pleno.
“Kalau saya sih pilih cara lama,” kata KH Hasbullah Achmad, Sabtu (29/8/2026).
Pernyataan itu dipahami sebagai dukungan terhadap mekanisme pemungutan suara langsung atau one man one vote, sebagaimana diterapkan dalam muktamar sebelumnya.
Sikap serupa juga disampaikan Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad. Menjawab pertanyaan Gugah.co mengenai posisi Jawa Barat, ia menegaskan,
“Untuk pemilihan ketum masih tetap one man one vote,” kata Kiai Juhadi.
Hingga saat ini, persidangan Muktamar ke-35 NU masih berlangsung dan memasuki tahapan sidang komisi.
Sementara itu, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, apakah menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) atau tetap one man one vote, masih menunggu pembahasan dan keputusan dalam sidang pleno.***



Tinggalkan Balasan