GUGAH – Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya menjadi ajang permusyawaratan organisasi, tetapi juga diproyeksikan menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui penyelenggaraan Expo UMKM berskala nasional di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.
Kegiatan expo dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Agustus 2026 dengan menghadirkan sekitar 1.300 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah. Area pameran akan membentang mulai dari kawasan Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) hingga empat ruas jalan di lingkungan pesantren.
Selain area pameran, panitia juga menyiapkan lahan seluas dua hektare di sisi timur kompleks pesantren yang akan difungsikan sebagai lokasi bazar dan pasar malam untuk menyemarakkan perhelatan lima tahunan NU tersebut.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan seluruh infrastruktur pendukung terus dipersiapkan agar pelaksanaan muktamar berjalan lancar. Salah satunya adalah penyelesaian pengurukan lahan yang akan digunakan selama kegiatan.
“Pengurukan lahan seluas tiga hektare sudah selesai. Dari jumlah itu, dua hektare digunakan untuk bazar dan pasar malam, sedangkan satu hektare disiapkan sebagai area parkir peserta muktamar,” ujar Gus Rozaq, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, area parkir tersebut dikhususkan bagi peserta resmi Muktamar ke-35 NU yang berasal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 1.300 pelaku UMKM telah terdata sebagai peserta expo.
Untuk mengantisipasi kepadatan selama pelaksanaan muktamar, panitia juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan pesantren. Kendaraan umum tidak diperbolehkan memasuki empat gang utama di lingkungan PPBU Tambakberas.
Sebagai solusi mobilitas, panitia menyiapkan armada golf cart yang akan melayani transportasi peserta menuju lokasi penginapan maupun titik-titik kegiatan di kawasan muktamar.
Di sisi lain, panitia mengingatkan masyarakat dan pelaku UMKM agar meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan penyelenggara expo. Panitia menemukan adanya akun media sosial palsu yang menawarkan pendaftaran stan bazar secara tidak resmi.
Gus Rozaq menegaskan seluruh proses pendaftaran hanya dilakukan melalui panitia lokal Muktamar ke-35 NU.
“Pendaftaran bazar UMKM sudah dibuka sejak kemarin dan seluruhnya dilakukan melalui satu pintu di panitia lokal. Jika ada pihak yang menawarkan stan melalui media sosial, itu merupakan akun bodong. Akun-akun tersebut sudah kami identifikasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, peserta bazar akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari stan sesuai paket yang dipilih, sambungan listrik, layanan keamanan, kebersihan, hingga fasilitas pendukung lainnya selama expo berlangsung.
Panitia berharap penyelenggaraan Expo Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati kawasan Tambakberas selama muktamar berlangsung.
Selain menghadirkan pameran ekonomi kerakyatan, panitia juga menyiapkan beragam hiburan bernuansa religi dan budaya, seperti pertunjukan seni Islami serta penampilan grup sholawat, untuk menyemarakkan agenda nasional tersebut.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, dan diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.***



Tinggalkan Balasan