GUGAH – Kegiatan Lomba Tingkat (LT) Pramuka Kecamatan Cimerak yang digelar di kawasan Madasari, Kabupaten Pangandaran, menuai sorotan. Penutupan kegiatan tersebut dipersoalkan setelah diisi hiburan musik dangdut dan aksi joget hingga malam hari.
Sorotan datang dari tokoh pemuda Kecamatan Cimerak, Fahmi. Ia menilai konsep penutupan kegiatan dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama pendidikan kepramukaan yang selama ini dikenal sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan akhlak generasi muda.
Menurut Fahmi, kegiatan Pramuka seharusnya menjadi ruang pembinaan mental dan karakter peserta didik, bukan berubah menjadi panggung hiburan.
“Ini Pramuka atau panggung dangdut? Katanya Pramuka adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter. Kalau penutupannya diisi joget-joget, nilai apa yang sedang kita tanamkan kepada adik-adik kita?” ujarnya dalam keterangannya diterima Gugah.co pada Kamis (3/9/2026).
Ia mengaku prihatin melihat adanya panggung hiburan lengkap dengan penampilan biduan dangdut yang, menurutnya, kemudian diikuti oleh peserta maupun sejumlah guru yang berjoget bersama.
Fahmi menilai penyelenggaraan acara tersebut telah mengaburkan esensi pendidikan kepramukaan.
“Pramuka adalah wadah pembinaan karakter, akhlak, budi pekerti, dan kepemimpinan. Seharusnya seluruh rangkaian kegiatan selaras dengan nilai-nilai tersebut. Jika justru diisi hiburan yang bertentangan dengan semangat pembinaan karakter, tentu ini menjadi catatan serius,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cimerak disebut telah menyepakati agar selama bulan-bulan besar Islam, termasuk bulan Maulid, tidak diselenggarakan panggung hiburan atau pertunjukan musik langsung, baik dalam kegiatan umum maupun hajatan masyarakat.
Karena itu, Fahmi meminta kegiatan tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan kegiatan Pramuka ke depan benar-benar berorientasi pada pendidikan karakter.
“Kegiatan semalam harus menjadi evaluasi besar. Yang dipertaruhkan bukan sekadar sebuah acara, tetapi pembinaan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara maupun jajaran Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Cimerak belum memberikan keterangan resmi terkait kritik tersebut. GUGAH.CO masih berupaya menghubungi pihak penyelenggara untuk memperoleh klarifikasi dan tanggapan sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang.***



Tinggalkan Balasan