GUGAH – Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menggelar program pesantren kilat khusus lanjut usia (lansia) bertajuk Amengan Sepuh. Kegiatan yang berlangsung selama sehari semalam itu dilaksanakan mulai Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9).
Gelombang pertama Amengan Sepuh diikuti 20 peserta yang mayoritas merupakan pensiunan pejabat Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Kota Banjar. Presiden Direktur PO Bus Gapuraning Rahayu, H. Roni Karno, turut ambil bagian sebagai santri dalam program tersebut.
Secara harfiah, Amengan Sepuh atau ulin kolot berarti “permainan orang tua”. Namun, istilah tersebut mengandung makna filosofis sebagai rekreasi menuju kehidupan yang lebih bermanfaat, baik secara fisik maupun spiritual. Program ini menjadi ruang bagi para lansia untuk mengisi masa senja dengan ikhtiar memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Program ini digagas atas inisiasi Ketua DPRD Ciamis, H. Nanang Permana, dan diselenggarakan di Pondok Pesantren Darussalam. Pembukaan dilakukan seusai Kuliah Subuh pada Jumat (4/9), sementara para peserta menginap di Wisma IKADA (Ikatan Alumni Darussalam).
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep, mengatakan gelombang pertama dibatasi hanya 20 peserta karena menyesuaikan kapasitas kamar yang tersedia.
Menurutnya, materi yang diberikan tidak bersifat berat, melainkan lebih kepada penyempurnaan praktik ibadah yang selama ini telah dijalankan para peserta.
“Sekadar memperbaiki apa yang biasa bapak-bapak lakukan. Seperti penyempurnaan tata cara wudu dan salat. Selain itu ada olahraga relaksasi dan latihan pernapasan yang disesuaikan untuk para lansia,” ujar Ang Icep.
Peserta Amengan Sepuh berasal dari berbagai latar belakang. Di antaranya mantan Sekda Kota Banjar H. Sodikin, mantan Direktur PDAM Ciamis H. Cece, mantan Asisten Daerah Setda Ciamis H. Yasmin Sambas, mantan Kepala Dinas Pendidikan Ciamis H. Akasah, mantan Asisten Daerah H. Ika, mantan Kepala Bappeda Kota Banjar H. Tommy Subagja, anggota DPRD H. Ganjar M. Yusuf, serta sejumlah tokoh sepuh lainnya dari Ciamis dan Kota Banjar.
Ketua DPRD Ciamis, H. Nanang Permana, menjelaskan gagasan Amengan Sepuh lahir sekitar sebulan lalu saat berdiskusi bersama para sesepuh dan Ang Icep di Joglo Pesantren Darussalam.
“Kalau dulu kita salah karena belum tahu, itu wajar. Tetapi setelah diberi tahu masih tetap salah, itu yang mengkhawatirkan. Kegiatan ini untuk memperbaiki apa yang selama ini biasa kita lakukan. Saya ingin ibadah tidak sekadar seadanya, tetapi sesuai tuntunan guru,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperbaiki kualitas ibadah, terutama dalam tata cara berwudu dan salat.
“Paling tidak tujuan utamanya memperbaiki diri. Kita bisa bersama-sama menyempurnakan wudu dan salat yang selama ini kita lakukan.”
Nanang juga berharap peserta mendapatkan materi nadoman yang dahulu menjadi tradisi di masjid-masjid pada waktu antara salat Asar hingga Magrib.
“Waktu kecil saya sering mendengarnya di masjid. Saya rindu suasana itu, ketika antara Asar dan Magrib terdengar lantunan nadom tauhid, seperti wujud, qidam, baqa,” ujarnya.
Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Pos Kesehatan Pesantren Darussalam. Setelah itu mereka mengikuti ramah tamah, menunaikan Salat Jumat, kemudian memasuki kobong untuk menjalani rangkaian pesantren hari pertama.
Program Amengan Sepuh diharapkan menjadi oase spiritual bagi para lansia, khususnya para pensiunan, untuk memperbaiki dan menyempurnakan praktik ibadah sebagai bekal menghadapi masa senja.
Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI), H. Akasah, mengaku bangga dapat menjadi peserta Amengan Sepuh. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah yang sangat baik untuk mendorong penuaan yang sehat, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kesehatan rohani dan kesejahteraan batin.***



Tinggalkan Balasan