KKN UNIGA Hijaukan Pamalayan, Warga Diajak Kelola Sampah

|

GUGAH – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Garut (UNIGA) Tahun 2026 menggerakkan edukasi lingkungan melalui kegiatan Green Village Edukatif di Aula Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan serta menghadapi persoalan sampah.

Sekitar 70 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Workshop tersebut tidak hanya membahas pentingnya lingkungan bersih, tetapi juga mendorong masyarakat memahami bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama dan langkah nyata dari tingkat desa.

Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Rifki Akbar, memberikan pemahaman kepada peserta mengenai peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Skandal Jual Beli Jabatan Picu Aksi 'Evakuasi Pemerintah' di Balai Kota Bandung

Edukasi tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan persoalan sampah yang muncul di lingkungan permukiman.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Pamalayan.

Sekretaris Desa Pamalayan, Hermansyah, yang hadir mewakili Kepala Desa Pamalayan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan kegiatan edukatif dan menyentuh persoalan lingkungan di tengah masyarakat.

Koordinator Desa KKN Tematik UNIGA 2026 Desa Pamalayan, Alfan Al Falaliansyah, mengatakan Green Village Edukatif merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan melalui pendekatan kolaboratif.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja selama masa pengabdian, tetapi juga berupaya mendorong tumbuhnya kesadaran yang dapat diteruskan masyarakat setelah program KKN selesai.

Baca Juga:  SIGAP DESA, Inovasi Mahasiswa KKN UNINUS Dorong Digitalisasi Informasi Pemukiman di Desa Pamulihan

“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pamalayan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dan menjadi langkah awal untuk bersama-sama lebih peduli terhadap lingkungan serta permasalahan sampah,” ujar Alfan.

Ia menambahkan, Program Green Village diarahkan untuk mendorong masyarakat melihat kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kebutuhan bersama.

Perubahan perilaku, menurutnya, menjadi salah satu fondasi penting agar upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNIGA juga mengajak masyarakat menjadikan persoalan sampah sebagai perhatian bersama yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Baca Juga:  Polisi Diduga Cegat Massa Demo Mahasiswa UI ke Bundaran HI

Kolaborasi antara warga, pemerintah desa, mahasiswa, dan perangkat daerah dinilai penting agar upaya menjaga kebersihan dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Green Village Edukatif sekaligus mempertegas arah pengabdian KKN Tematik UNIGA di Desa Pamalayan, yakni menghadirkan program berdasarkan kebutuhan masyarakat dan persoalan nyata di lapangan.

Edukasi lingkungan diharapkan mampu mendorong lahirnya kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan desa.

Dengan semangat “Lingkungan Bersih, Desa Sehat, Masa Depan Hebat,” kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kesadaran kolektif warga Pamalayan dalam menjaga ruang hidup mereka.

Dari lingkungan desa yang lebih bersih, tumbuh harapan untuk membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungannya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran