GUGAH — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Posko 45–46 menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui program SIGAP DESA (Sistem Informasi Geografis Arah Pemukiman) di Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi lokasi dan arah menuju kawasan permukiman secara lebih cepat dan akurat.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di tingkat desa sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi bagi warga maupun pendatang yang membutuhkan petunjuk lokasi di wilayah Desa Pamulihan.
Ketua KKN UNINUS Posko 45–46, Asep Rifki Maulana Malik, mengatakan SIGAP DESA lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap sistem informasi wilayah yang mudah diakses melalui pemanfaatan teknologi digital.
“SIGAP DESA ini kami buat sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu desa. Kami melihat bahwa informasi mengenai arah dan lokasi pemukiman perlu dikemas dengan cara yang lebih mudah diakses, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Asep Rifki dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan selama masa KKN, tetapi juga diharapkan menjadi sarana informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kepala Dusun, Asep Caca Mustofa. Ia menilai keberadaan SIGAP DESA dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengenali lokasi permukiman di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNINUS atas program yang dibuat. SIGAP DESA ini tentunya bisa membantu masyarakat untuk mengetahui arah dan lokasi pemukiman dengan lebih mudah,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Pamulihan, Ujang Sulaeman. Menurutnya, inovasi yang digagas mahasiswa menjadi contoh kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat.
Ia berharap SIGAP DESA terus dikembangkan sehingga mampu mendukung proses digitalisasi desa serta memperluas akses informasi bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNINUS Posko 45–46 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga meninggalkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat. SIGAP DESA diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pelayanan publik berbasis teknologi sekaligus mendukung pembangunan desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital.***


Tinggalkan Balasan