Surat dari Penjara Israel untuk Putriku

Dari balik jeruji penjara, aku menuliskan ini untukmu, Teresa.

Maafkan Ayah yang tidak bisa berada di sampingmu saat ini. Ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita—sebuah tanggung jawab sejarah yang Ayah, Ibu, dan begitu banyak orang di dunia merasa harus dijalankan.

Hari ini, lebih dari satu juta anak sedang menderita. Mereka hidup dalam kelaparan, menghadapi kekerasan yang tak terbayangkan, bahkan kehilangan anggota tubuh tanpa anestesi. Semua itu terjadi sebelum mereka sempat memahami apa itu ideologi, kekuasaan, atau konflik dunia.

Baca Juga:  Ibunya Wafat, Thiago Masih Dipenjara GSF: Kecam Tindakan Israel Tak Berperikemanusiaan

Ayah tahu kamu merindukanku. Dan percayalah, Ayah juga merindukanmu lebih dari apa pun. Tapi di saat yang sama, ada begitu banyak orang tua di Palestina yang juga merindukan anak-anak mereka—anak-anak yang mungkin tak akan pernah kembali. Mereka pun hanya ingin hidup damai, penuh cinta dan kebahagiaan, seperti yang seharusnya menjadi hak setiap manusia, tanpa memandang ras, agama, atau latar belakang apa pun.

Baca Juga:  Krisis Selat Hormuz: Sekjen PBB Desak AS dan Iran Hentikan Blokade Demi Selamatkan Ekonomi Global

Suatu hari nanti, dunia tempatmu tumbuh akan menjadi lebih aman—bukan karena keajaiban, tetapi karena ada orang-orang yang memilih berkorban untuk mewujudkannya. Ayah berharap kamu akan mengerti bahwa semua ini dilakukan karena cinta. Karena tidak ada yang lebih berbahaya bagi masa depanmu selain dunia yang membiarkan ketidakadilan dan penderitaan terus terjadi.

Baca Juga:  Serangan Brutal di Tepi Barat: 1 Warga Palestina Tewas, Ketegangan Kian Memuncak

Jika suatu hari kamu mengingat Ayah, ingatlah bukan sebagai seorang tahanan, tetapi sebagai seseorang yang pernah bernyanyi untukmu, memainkan gitar hingga kamu tertidur. Dan ketika kamu dewasa nanti, mungkin Ibumu akan bercerita bahwa Ayahmu adalah seseorang yang memilih berdiri teguh—bahkan ketika berhadapan dengan kekuatan besar dan menakutkan—demi keyakinan akan dunia yang lebih baik.

Jangan pernah lupakan Palestina.

Dengan seluruh cintaku,
Ayahmu.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *