Sedang Selidiki Genosida di Gaza, PM Spanyol Desak Uni Eropa Lindungi ICC

MADRID – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mendesak Uni Eropa mengambil langkah tegas untuk melindungi independensi Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang tengah menyelidiki dugaan genosida di Jalur Gaza.

Seruan itu disampaikan Sánchez melalui unggahan di platform X pada Kamis (7/5/2027), di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel terkait operasi militernya di Gaza.

Ia meminta Komisi Eropa mengaktifkan mekanisme “blocking veto” guna melindungi para hakim dan jaksa ICC dari tekanan maupun sanksi politik.

Baca Juga:  KBRI Tunis Angkat Wajah Jakarta Lewat Diskusi Buku di Pameran Buku Internasional Tunisia

“Menjatuhkan sanksi terhadap para pembela keadilan internasional membahayakan seluruh sistem hak asasi manusia. Uni Eropa tidak boleh tinggal diam menghadapi ketidakadilan ini,” tulis Sánchez dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga independensi ICC dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya menghentikan kekerasan yang terus berlangsung di Gaza.

Menurut Sánchez, mekanisme “blocking veto” memungkinkan Uni Eropa mengabaikan atau melawan keputusan negara lain yang dinilai merugikan kepentingan serta prinsip hukum internasional Uni Eropa.

Baca Juga:  Jakarta Jadi Kota dengan Polusi Terburuk di Dunia Minggu Pagi Ini

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dilaporkan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat ICC sejak awal 2025. Hingga saat ini, sedikitnya 11 hakim dan jaksa disebut menjadi target kebijakan tersebut karena keterlibatan mereka dalam penyelidikan terkait Gaza.

Langkah Sánchez dinilai memperlihatkan semakin kuatnya tekanan politik di Eropa terhadap perlindungan lembaga hukum internasional di tengah memanasnya konflik Palestina-Israel. Spanyol sendiri dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan mendukung upaya penegakan hukum internasional.

Baca Juga:  Israel Perpanjang Penahanan Aktivis GSF, Saif dan Thiogo Balas dengan Mogok Makan dan Minum

Penyelidikan ICC terhadap dugaan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza terus menjadi sorotan global. Sejumlah organisasi internasional dan lembaga HAM menyerukan akuntabilitas atas jatuhnya korban sipil serta kehancuran besar yang terjadi selama konflik berlangsung.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *