Sidak Maraton MBG di Sukabumi: Heri Gunawan Soroti Pengelolaan Limbah Dapur Gizi

SUKABUMI — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) maraton terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Senin (4/5/2026). Sidak yang berlangsung sejak pagi hingga dini hari ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan program, mulai dari pasokan bahan baku hingga distribusi ke siswa, berjalan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan memantau distribusi makanan di beberapa sekolah, termasuk MI Raudatul Fatta, MAN 1 Kota Sukabumi, dan SDN 1 Mangkalaya. Selain sekolah, Heri Gunawan yang akrab disapa Hergun juga meninjau ketersediaan stok pangan di Gudang Bulog Sukaraja guna menjamin stabilitas pasokan penopang program MBG.

Baca Juga:  Modus Program Makan Bergizi Gratis, Belasan Pesantren di Jabar Tertipu Koperasi Bodong

Sidak berlanjut hingga malam hari dengan menyisir sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada pukul 21.00 WIB, Hergun meninjau SPPG Mangkalaya 1 untuk mengecek proses produksi. Pemantauan kemudian diteruskan ke SPPG Alfatih di Cibadak pada pukul 22.15 WIB dan berakhir di SPPG Caringin Kulon mendekati pukul 01.00 WIB dini hari.

Baca Juga:  Tragedi Maut di Perlintasan Tanpa Palang Grobogan: Avanza Terpental 20 Meter, Empat Nyawa Melayang

Meski secara umum pelaksanaan dinilai berjalan baik, Hergun memberikan catatan kritis terkait pengelolaan limbah dapur di beberapa lokasi, khususnya mengenai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ia menekankan pentingnya standarisasi pengolahan sisa produksi agar tidak berdampak negatif pada lingkungan sekitar.

“Ke depan perlu ada perbaikan di pengelolaan limbah, terutama minyak bekas agar tidak mencemari lingkungan,” tegas Heri Gunawan.

Baca Juga:  Asah Kemampuan Teknis, Basarnas Bandung Latihan SAR Air di Purwakarta

Dalam kunjungannya, Hergun turut mengapresiasi SPPG Alfatih yang telah menerapkan sistem pengolahan limbah otomatis sebagai model percontohan. Ia menegaskan agar seluruh pengelola SPPG patuh terhadap aturan Badan Gizi Nasional, menjaga transparansi, serta memaksimalkan keterlibatan UMKM lokal untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui penyediaan bahan baku.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *