Seleksi Pemuda Pelopor Bekasi 2026, Juri Tekankan Pentingnya Pembinaan Sejak Tingkat Kecamatan

BEKASI — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi melalui Bidang Layanan Kepemudaan menggelar Seleksi dan Pembinaan Pemuda Pelopor tingkat Kota Bekasi tahun 2026 yang dibuka pada Selasa (28/4/2026) di Islamic Center, ruang Al-Multazam.

Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi. Para peserta menampilkan berbagai inovasi di sejumlah bidang, dengan dominasi pada sektor pendidikan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, Arwani, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses seleksi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi pemuda untuk berkembang dan berkontribusi.

“Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu menjadi contoh atau prototype bagi pemuda lainnya di Kota Bekasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Janji Ganti Rugi Belum Terealisasi, Korban Kebakaran SPBE Cimuning Pasang Spanduk Tuntutan

Ia juga mendorong para peserta untuk menjadi duta pemuda yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui penguatan jiwa kewirausahaan guna menekan angka pengangguran.

Selain proses seleksi, kegiatan ini turut diisi dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Rektor Bina Insani University, Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Provinsi Jawa Barat, serta Pemuda Pelopor Kota Bekasi tahun 2018.

Salah satu dewan juri, Nofia Erizka Lubis, yang merupakan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kota Bekasi tahun 2024 dan berhasil melaju hingga tingkat nasional, menilai sebagian besar peserta mengangkat konsep di bidang pendidikan, khususnya dalam bentuk kelompok belajar di masyarakat.

Baca Juga:  Polemik Dana Desa di Jalan Kabupaten: KNPI Cimerak Desak Bupati Pangandaran Turun Tangan

“Bidang pendidikan rata-rata mengangkat kelompok belajar. Sementara di bidang teknologi cukup beragam, mulai dari alat pendeteksi gempa hingga alat pengukur tinggi loncatan,” ujarnya.

Selain itu, inovasi di bidang pangan seperti olahan singkong mustofa turut ditampilkan peserta. Namun, ia menyoroti masih minimnya peserta yang mengangkat potensi di bidang sumber daya alam (SDA).

Menurut Nofia, sejumlah program yang dipresentasikan peserta telah memberikan manfaat, meskipun masih dalam skala terbatas.

“Sudah cukup dirasakan, walaupun masih dalam lingkup kecil. Harapannya ke depan bisa ditingkatkan agar lebih luas manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, peserta yang dinilai unggul umumnya memiliki nilai edukasi yang kuat, mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta menjalankan program secara mandiri.

Baca Juga:  MUI Garut Soroti Program MBG: Jangan Abaikan Standar Halal dan Higiene, SPPG Nakal Harus Ditutup

Namun demikian, ia juga mencatat sejumlah kendala dalam pelaksanaan kegiatan, terutama terkait masih kurangnya sosialisasi dan pembinaan kepada calon peserta.

“Pembinaan seharusnya sudah dilakukan sejak tingkat kecamatan sebelum seleksi berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nofia mengungkapkan adanya perubahan kebijakan terkait program Pemuda Pelopor ke depan. Ia menyebut, program tersebut tidak lagi menjadi bagian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sehingga peserta yang lolos hanya sampai pada tingkat provinsi.

Meski demikian, ia menambahkan Pemerintah Kota Bekasi melalui Dispora tetap berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di tingkat daerah guna mengakomodasi pemuda yang kreatif, inovatif, dan berprestasi.***

Avatar Egi

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *