Pemkab Garut Dorong Penguatan Layanan Paru, Klinik Rotinsulu Disiapkan Jadi Fasilitas Rawat Inap

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mempercepat upaya peningkatan layanan kesehatan spesialis paru dengan mendorong pengembangan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu menjadi fasilitas yang dilengkapi layanan rawat inap. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dengan jajaran Rumah Sakit Paru Rotinsulu Bandung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, pada Kamis (21/5/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan paru yang lebih komprehensif dan mudah diakses, terutama bagi pasien dengan penyakit pernapasan yang memerlukan penanganan intensif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  PMII Garut Soroti Anggaran Kendaraan Inspektorat Rp1.8 Miliar

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan, penguatan fasilitas kesehatan di daerah menjadi prioritas penting dalam menjamin pelayanan yang cepat dan merata. Menurutnya, keberadaan layanan rawat inap khusus paru di Garut akan mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak tanpa harus menempuh jarak jauh. Dengan penguatan fasilitas ini, penanganan pasien bisa lebih cepat, efektif, dan terintegrasi,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Direktur Utama Rumah Sakit Paru Rotinsulu Bandung, dr. Dijah Rochmad, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pengembangan layanan secara bertahap, mulai dari peningkatan sarana hingga penguatan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Baznas Ciamis Diminta Bijak Soal Zakat ASN yang Belum Mencapai Nisab

“Pengembangan ini tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan medis, termasuk kesiapan tenaga kesehatan dan sistem rujukan yang terintegrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran fasilitas rawat inap nantinya diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasien paru, khususnya dalam penanganan kasus yang membutuhkan observasi dan perawatan lebih intensif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menilai pengembangan layanan paru menjadi langkah strategis jika melihat kondisi kesehatan masyarakat saat ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Garut masih tergolong tinggi, dengan estimasi mencapai 9 hingga 10 ribu kasus setiap tahun.

Baca Juga:  KSARBUMUSI Garut Serukan Keadilan Buruh pada May Day 2026, Tegaskan Perlawanan terhadap Eksploitasi

“Angka ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan paru harus diperkuat, baik dari sisi akses maupun kualitas. Klinik yang berkembang menjadi fasilitas rawat inap akan sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas pengobatan,” ungkapnya.

Dengan rencana pengembangan tersebut, Pemkab Garut berharap dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi layanan kesehatan dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan kesehatan, khususnya penyakit paru yang masih menjadi perhatian serius di wilayah Garut.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran