PCNU Garut Terapkan DIGDAYA, Perkuat Tata Kelola Organisasi

GARUT – Menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pengelolaan organisasi yang semakin maju, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi DIGDAYA tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan lembaga.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 09 Mei 2026 ini, dilaksanakan di Aula Lantai 1 Kantor PCNU Garut dan dihadiri oleh para sekretaris serta pengelola sistem dari seluruh MWCNU se-Kabupaten Garut, beserta para administrator lembaga yang bernaung di bawah naungan PCNU Garut.

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dan strategis dalam rangka penguatan tata kelola organisasi berbasis teknologi digital melalui penerapan sistem DIGDAYA yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan keseragaman, ketertiban, dan integrasi data serta administrasi di seluruh jajaran struktur organisasi, mulai dari tingkat cabang hingga ke akar rumput di tingkat anak cabang dan lembaga.

Baca Juga:  Jamaah Haji Kloter 07 JKS Menuju Tanah Suci, Bupati Bogor Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Dalam arahannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut menegaskan bahwa implementasi DIGDAYA tidak boleh dipandang semata-mata sebagai perpindahan dari cara manual ke cara digital dalam urusan administrasi.

Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya besar membangun karakter organisasi yang tertib, disiplin, aktif, dan senantiasa berjalan di atas prinsip-prinsip serta mekanisme kelembagaan atau jam’iyyah yang telah menjadi jiwa Nahdlatul Ulama.

Menurut beliau, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kemampuan seluruh elemen di dalamnya untuk bergerak secara serentak, terkoordinasi, dan terintegrasi dalam satu sistem kerja yang sama.

Hal ini mencakup seluruh aspek vital organisasi, mulai dari pendataan kepengurusan yang akurat dan terkini, pengelolaan administrasi persuratan dan kearsipan, hingga pelayanan organisasi kepada masyarakat maupun internal organisasi itu sendiri.

Baca Juga:  Update Ibadah Haji 2026, Kemenhaj Fokus pada Bimbingan Ibadah dan Perlindungan Jemaah

“Nahdlatul Ulama di masa kini haruslah organisasi yang kuat dalam tata kelola dan administrasinya, solid dalam koordinasi antarstrukturnya, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, namun tanpa pernah sedikit pun meninggalkan nilai-nilai luhur, tradisi, dan ajaran jam’iyyah yang menjadi identitas kita,” tegasnya ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya rasa kepatuhan dan tanggung jawab dari seluruh pengurus di tingkat MWCNU maupun lembaga untuk mematuhi aturan dan ketentuan organisasi yang berlaku.

Hal ini mencakup kewajiban melengkapi data kepengurusan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang sah, penunjukan pengelola atau administrator sistem yang kompeten dan bertanggung jawab, serta menjamin keaktifan dan konsistensi dalam mengoperasikan sistem DIGDAYA sebagai sarana kerja utama.

Baca Juga:  Kala Syaikh Nawawi Al-Bantani Berguru pada Syaikh Baing Yusuf Purwakarta

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, PCNU Garut menaruh harapan besar agar seluruh jajaran MWCNU dan lembaga yang ada dapat semakin tertib dan rapi dalam pengurusan administrasi organisasi, semakin aktif dan responsif dalam menjalin koordinasi, serta mampu membangun standar pelayanan organisasi yang lebih profesional, transparan, dan terintegrasi.

Bimbingan teknis implementasi DIGDAYA ini sekaligus menjadi bukti nyata langkah strategis PCNU Garut dalam memperkuat konsolidasi organisasi di tengah derasnya arus transformasi era digital.

Dengan sistem yang tertib dan terhubung, diharapkan seluruh struktur Nahdlatul Ulama di wilayah Garut dapat bergerak seirama, dalam satu arah kebijakan jam’iyyah, demi semakin mengokohkan kiprah dan pengabdian organisasi dalam melayani kepentingan umat, agama, dan negara.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *