Pascakebakaran Pasar Andir, Pemkab Garut Mulai Bersihkan Puing dan Siapkan Pasar Darurat

|

GUGAH – Pemerintah Kabupaten Garut mulai melakukan penanganan lanjutan pascakebakaran Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, dengan membersihkan puing-puing kebakaran sekaligus menyiapkan pasar darurat bagi pedagang terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi setelah ratusan tempat usaha mengalami kerusakan.

Pembersihan material sisa kebakaran menjadi tahap awal sebelum proses penataan kawasan dan pemulihan pasar dilanjutkan. Pemerintah berharap para pedagang dapat segera kembali berjualan melalui penyediaan lokasi sementara.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pembersihan puing merupakan bagian dari penanganan darurat yang dilakukan bersama sejumlah pihak.

Menurutnya, proses tersebut bukan hanya bertujuan membersihkan material bekas kebakaran, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menata kembali kawasan pasar sebelum memasuki tahap pemulihan berikutnya.

Baca Juga:  Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan di Garut Diselidiki

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada 382 tempat usaha yang terdiri atas kios, los, dan lapak pedagang kaki lima (PKL). Selain merusak bangunan, kebakaran juga menghanguskan barang dagangan yang menjadi sumber penghasilan para pedagang.

Saat ini Disperindag ESDM masih melakukan inventarisasi untuk menghitung nilai kerugian materiil, baik terhadap infrastruktur pasar maupun barang dagangan yang hilang atau rusak. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah pemulihan.

Pasar Darurat Diupayakan Tetap di Lokasi Semula

Selain membersihkan area terdampak, Pemkab Garut tengah menyiapkan pasar darurat agar pedagang dapat kembali menjalankan usahanya secepat mungkin.

Baca Juga:  Skrining Temukan 8.184 Kasus TBC di Garut, 87 Orang Dilaporkan Meninggal

Ridwan Effendi menyampaikan, pasar darurat direncanakan tetap berada di kawasan Pasar Andir. Rencana tersebut merupakan hasil musyawarah bersama para pedagang yang menginginkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung di lokasi semula.

Menurutnya, keberadaan pasar darurat di lokasi yang sama diharapkan memudahkan pedagang mempertahankan pelanggan sekaligus menjaga roda perekonomian tetap berjalan. Meski demikian, penataan lokasi tetap akan mempertimbangkan aspek keamanan dan kelayakan kawasan pascakebakaran.

Tahap Selanjutnya, Siapkan Pembangunan Pasar Permanen

Setelah penanganan darurat selesai, Pemkab Garut akan melanjutkan proses pemulihan melalui perencanaan pembangunan kembali Pasar Andir secara permanen.

Pembangunan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi momentum menata kawasan agar lebih aman, tertata, dan mampu memenuhi kebutuhan pedagang maupun masyarakat.

Baca Juga:  Kegiatan di Desa Cipinang Bukan Penambangan, Melainkan Cetak Sawah Baru Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah daerah juga akan terus melakukan koordinasi, mulai dari pendataan kerugian, penyediaan tempat usaha sementara, hingga penyusunan rencana pembangunan pasar permanen. Informasi mengenai setiap tahapan penanganan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pedagang yang terdampak.

Dimulainya pembersihan puing dan persiapan pasar darurat menjadi langkah awal pemulihan Pasar Andir. Harapan para pedagang kini tertuju pada percepatan penyediaan tempat usaha sementara dan pembangunan kembali pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat Bayongbong dapat segera pulih.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran