PAC IPNU IPPNU Maniis Gelar Ziarah ke Makam Tokoh NU Jelang Makesta

|

GUGAH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Maniis menggelar kegiatan NGARAH (Ngabring Ziarah) dengan mengunjungi makam sejumlah tokoh dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Maniis, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pra-Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) bagi calon anggota.

Peserta ziarah mengunjungi sekitar empat lokasi makam masyayikh dan muassis NU yang dinilai memiliki peran dalam perkembangan organisasi di wilayah Maniis. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah makam almarhum K.H. Hanapi, tokoh yang dikenal berkontribusi dalam penyebaran NU di Kecamatan Maniis.

Baca Juga:  Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU

Ketua PAC IPNU Maniis, Radja Radithya Wandyra Ibrahim, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sejarah perjuangan para ulama kepada calon kader sebelum mengikuti proses kaderisasi formal.

“Melalui kegiatan ini, calon kader diharapkan dapat mengenal sejarah perjuangan para masyayikh dan muassis NU, sehingga memahami nilai-nilai yang menjadi dasar gerakan organisasi,” ujarnya.

Menurut Radja, pengenalan sejarah menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi agar anggota tidak hanya memahami organisasi dari sisi struktural, tetapi juga mengetahui latar belakang perjuangan para pendahulu.

Baca Juga:  Refleksi Kemerdekaan, IPNU-IPPNU Plered Ajak Pelajar Isi Kemerdekaan dengan Karya

Hal senada disampaikan Ketua PAC IPPNU Maniis, Cici Fauziah. Ia mengatakan ziarah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman calon anggota terhadap sejarah NU di tingkat lokal.

“Kami ingin calon kader mengenal tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun NU di Kecamatan Maniis. Harapannya, mereka dapat menghargai perjuangan para pendahulu dan melanjutkan nilai-nilai yang telah diwariskan,” katanya.

Baca Juga:  Jaga Ideologi Aswaja di Era Digital, PC IPNU-IPPNU Tasikmalaya Pertegas Arah Gerakan Kader

Selain menjadi rangkaian pra-Makesta, kegiatan NGARAH juga diisi dengan doa bersama di setiap lokasi makam yang dikunjungi. Panitia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan sejarah lokal NU kepada calon anggota sebelum memasuki tahapan kaderisasi berikutnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran