CIANJUR – Di tengah tantangan krisis iklim yang kian mendesak serta kompleksitas persoalan pengelolaan sampah dan limbah yang menjadi isu strategis di Jawa Barat, langkah strategis telah diambil oleh salah satu putra daerah terbaik Kabupaten Cianjur.
Dengan semangat menjaga kelestarian alam, seorang aktivis lingkungan muda asal Kabupaten Cianjur secara resmi mengumumkan keikutsertaannya dalam ajang pemilihan Duta Lingkungan Jawa Barat Tahun 2026. Langkah ini menjadi gerbang bagi aspirasi masyarakat lokal untuk didengarkan dan dicarikan solusi di tingkat provinsi.
Keikutsertaan ini bukanlah semata-mata bertujuan untuk meraih gelar atau atribut penghargaan, melainkan dimaknai sebagai sebuah misi penting guna memastikan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput, mulai dari kondisi hulu sungai, kerusakan ekosistem, hingga tata kelola limbah rumah tangga, mendapatkan ruang diskusi dan perhatian serius dalam pembuatan kebijakan di tingkat provinsi.
Membawa latar belakang pendidikan di bidang hukum serta rekam jejak kepemimpinan dalam organisasi lingkungan berskala regional, kandidat perwakilan Cianjur ini menawarkan pendekatan yang komprehensif dan teknis.
Salah satu fokus utama yang diusung adalah penguatan literasi hukum lingkungan bagi masyarakat awam. Pendekatan ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya sadar akan pentingnya menjaga alam, tetapi juga memahami hak dan kewajiban mereka serta perlindungan hukum yang tersedia terkait isu lingkungan hidup.
Jawa Barat saat ini sangat membutuhkan sosok penggerak yang tidak hanya piawai dalam berkampanye di ruang publik maupun media sosial, namun juga memiliki pemahaman mendalam mengenai struktur kebijakan, regulasi, serta mampu membangun kolaborasi sinergis antarberbagai pemangku kepentingan.
Kehadiran delegasi dari Cianjur ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan serta mewujudkan sinkronisasi gerakan pelestarian lingkungan antara daerah penyangga ekologis dengan pusat kebijakan pemerintahan di Bandung.
“Partisipasi saya dalam ajang ini adalah sebuah tanggung jawab moral. Sebagai daerah yang memiliki peran vital dan strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem Jawa Barat, Cianjur harus memiliki representasi yang kuat untuk menyuarakan bahwa pelestarian alam adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi demi keberlangsungan hidup kita di masa depan,” tegas perwakilan tersebut dalam keterangan resminya di Cianjur, Rabu (13/5/2026).
Kehadiran figur ini membawa angin segar dan harapan besar bagi masyarakat luas. Diharapkan, keterwakilan ini mampu mendorong terciptanya perubahan nyata, khususnya dalam melahirkan inovasi pengelolaan sampah yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan inklusif, yang dapat diterapkan secara merata bagi seluruh warga Jawa Barat.
Dalam pernyataan pribadinya yang penuh rasa pengabdian, ia menguraikan niat tulus di balik keikutsertaannya tersebut.
“Perjalanan menuju ajang Duta Lingkungan Jawa Barat 2026 ini saya niatkan sepenuhnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan alam. Saya percaya bahwa lingkungan yang sehat bukan hanya sekadar warisan leluhur yang harus dijaga, melainkan merupakan hak asasi yang wajib kita perjuangkan bersama melalui penyusunan kebijakan yang tepat sasaran serta aksi nyata di lapangan. Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, agar ikhtiar dan langkah kecil ini dapat membawa manfaat seluas-luasnya bagi kelestarian bumi Jawa Barat,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.*



Tinggalkan Balasan