SUKABUMI – Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Sukabumi memanfaatkan momentum May Day 2026 untuk menekan pemerintah agar menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada buruh, melalui pendekatan dialogis di kawasan Wisata Santa Sea, Jumat (1/5/2026).
Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Sukabumi, Usman Abdul Fakih, menegaskan bahwa konsep May Day is Holiday bukan berarti buruh melepas perjuangan, melainkan strategi baru untuk menyampaikan aspirasi secara lebih efektif dan konstruktif.
“Kegiatan hari ini bukan berarti Sarbumusi tidak respons terhadap gerakan buruh lainnya. Kami hanya memberi ruang bagi buruh untuk menikmati hari libur, sambil tetap menyampaikan aspirasi secara konstruktif,” ujarnya.
Ia menekankan, sejak 2011 buruh terbiasa menyuarakan tuntutan melalui aksi demonstrasi. Namun, Sarbumusi kini mendorong pendekatan dialogis sebagai cara menekan pemerintah agar lebih terbuka terhadap aspirasi pekerja.
Sarbumusi juga membawa sejumlah tuntutan strategis, mulai dari revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2026, peningkatan fasilitas ibadah di lingkungan perusahaan, hingga penyesuaian komposisi tenaga kerja. Menurut Usman, usulan tersebut merupakan bagian dari upaya memperjuangkan keseimbangan sosial dan kesejahteraan buruh.
“Ini berkaitan dengan keseimbangan peran dalam keluarga, khususnya terhadap pengasuhan anak,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengapresiasi pola penyampaian aspirasi yang dilakukan Sarbumusi. Menurutnya, pendekatan santun dan dialogis mampu menciptakan iklim kondusif bagi daerah.
“Ini menciptakan iklim positif bagi investasi di Kabupaten Sukabumi. Buruh juga harus berperan aktif dalam menciptakan kondusivitas, keamanan, dan kenyamanan bagi investor,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas daerah akan berdampak pada meningkatnya minat investasi dan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah daerah pun, lanjutnya, telah menerima berbagai masukan dari kalangan buruh untuk ditindaklanjuti.
Sarbumusi sendiri saat ini menaungi sekitar 5.300 anggota sektor formal dan 17.000 sektor informal di Kabupaten Sukabumi. Dalam memperkuat kesejahteraan anggota, organisasi ini juga menjalankan program strategis seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan peningkatan kapasitas SDM melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan.
“Selama tiga tahun terakhir, kami fokus pada penguatan ekonomi anggota dan peningkatan kapasitas SDM agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri,” pungkas Usman.
Melalui pendekatan baru ini, Sarbumusi menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak hanya soal turun ke jalan, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja.***



Tinggalkan Balasan