JAKARTA — Menanggapi beredarnya sebuah video yang memuat pernyataan dari Amien Rais terkait isu yang menyasar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Komunitas Cinta Literasi menyampaikan respons.
Ketua Komunitas Cinta Literasi, Ivan Taopik Firdaus mengatakan bahwa sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada literasi publik dan kualitas diskursus nasional, Komunitas Cinta Literasi menilai bahwa isi pernyataan dalam video tersebut tidak mencerminkan kedalaman gagasan maupun tanggung jawab intelektual yang semestinya hadir dari seorang tokoh publik.
Ivan juga menegaskan bahwa narasi yang disampaikan cenderung tidak substansial dan tidak memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Ruang publik kita hari ini membutuhkan lebih banyak gagasan yang membangun, bukan pernyataan yang minim substansi dan berpotensi menimbulkan polemik tanpa arah. Kritik itu penting, tetapi harus disertai argumentasi yang jelas, data yang kuat, dan tujuan yang konstruktif,” kata Ivan, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan bahwa masyarakat semakin kritis dan membutuhkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari para tokoh bangsa.
“Jika yang disampaikan hanya sebatas opini tanpa dasar yang kuat, maka yang dirugikan adalah publik itu sendiri. Kita seharusnya mendorong lahirnya diskursus yang mencerdaskan, bukan yang memperkeruh keadaan,” lanjutnya.
Komunitas Cinta Literasi mengajak seluruh tokoh publik untuk kembali pada esensi peran mereka sebagai penyampai gagasan, bukan sekadar pencipta kontroversi.
Indonesia membutuhkan pemikiran yang solutif, dialog yang sehat, serta narasi yang mampu mempersatukan.***



Tinggalkan Balasan