KOPRI PMII Garut Apresiasi Forum “Perempuan Berbicara”, Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut Nyata Pasca Diskusi

GARUT – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PMII) Kabupaten Garut memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan bertajuk “Perempuan Berbicara” yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai wadah strategis dalam memperkuat peran dan partisipasi perempuan, khususnya dalam aspek kesadaran hukum serta pembangunan sosial di wilayah Kabupaten Garut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris KOPRI PMII Kabupaten Garut, Ai Nurmayanti, usai menghadiri dan mengikuti rangkaian diskusi yang berlangsung di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, pada hari Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada tim media, kehadiran unsur-unsur penting mulai dari Pemerintah Daerah, Kepolisian Resor, hingga Kejaksaan Negeri dalam satu forum yang sama, memberikan perspektif yang utuh, lengkap, dan menyeluruh bagi para peserta, terutama generasi muda perempuan, mengenai urgensi pemahaman hukum dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  MUI Garut Soroti Program MBG: Jangan Abaikan Standar Halal dan Higiene, SPPG Nakal Harus Ditutup

“Kegiatan ini memiliki nilai yang sangat positif dan konstruktif, karena telah berhasil membuka ruang dialog yang setara antara kalangan perempuan dengan para pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum. Berbagai wawasan dan perspektif yang disampaikan dalam diskusi ini menjadi bekal pengetahuan yang berharga bagi kami untuk semakin aktif berkontribusi di tengah masyarakat,” kata Ai Nurmayanti.

Lebih lanjut, ia menegaskan harapan besarnya agar seluruh hasil pemikiran dan kesepakatan yang lahir dari forum tersebut tidak berhenti sekadar menjadi wacana atau pembicaraan semata. Sebaliknya, hal-hal baik yang telah dibahas diharapkan segera ditindaklanjuti ke dalam bentuk program kerja nyata dan terukur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas.

Dalam pandangannya, keterlibatan perempuan harus diwujudkan secara terus-menerus dan berkelanjutan, khususnya dalam berbagai kegiatan penyuluhan hukum serta pemberdayaan sosial. Hal ini bertujuan agar kaum perempuan mampu memposisikan diri sebagai pelaku perubahan positif di lingkungan tempat mereka berada.

Baca Juga:  Wujudkan Sekolah Sehat, Dinkes Kota Tangerang Kukuhkan 100 Inspektur Pangan Cilik

“Harapan kami, pasca pelaksanaan kegiatan ini, akan terdapat langkah-langkah konkret baik yang digagas oleh Pemerintah Daerah maupun organisasi kepemudaan. Langkah tersebut diharapkan mampu melibatkan perempuan secara utuh dalam proses pembangunan daerah, dan bukan sekadar menjadikan mereka peserta yang hadir dalam pertemuan-pertemuan diskusi saja,” tambahnya.

Ai Nurmayanti juga mendorong seluruh elemen perempuan, utamanya kalangan pelajar dan mahasiswi, untuk senantiasa meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan, pendapat, serta berani mengambil peran aktif dalam berbagai isu strategis, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan sosial kemasyarakatan.

Ia menekankan bahwa perempuan memegang peran yang sangat fundamental dan strategis dalam membangun budaya sadar hukum di tengah masyarakat, yang dimulai dari lingkungan keluarga sebagai satuan terkecil, hingga meluas ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga:  Hergun Blak-blakan soal Nasib Kabupaten Sukabumi Utata, 290 CDOB Masih Antre

Selain materi diskusi yang dinilai bermanfaat, pihak KOPRI PMII Garut juga menyampaikan penghargaan atas terjalinnya kerja sama dan kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Keterlibatan unsur Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, serta Organisasi Kepemudaan dalam satu barisan, dipandang sebagai langkah awal yang tepat dan baik dalam membangun tatanan kehidupan sosial yang semakin inklusif, aman, serta berkeadilan di Kabupaten Garut.

Kegiatan “Perempuan Berbicara” yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini dihadiri oleh beragam unsur perwakilan masyarakat, dengan fokus utama penguatan peran perempuan dalam mendukung integrasi penegakan hukum dan percepatan pembangunan daerah menuju visi pembangunan “Garut Hebat”.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran