Kemenag Jabar Perketat Persiapan AKGTK 2026, Joki Awas Dulu!

|

GUGAH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat memperketat persiapan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026. Selain memastikan kesiapan teknis dan data peserta, Kemenag menegaskan pentingnya integritas selama asesmen.

Hal itu dibahas dalam rapat persiapan secara daring, Jumat (2/10/2026), yang diikuti Kepala Seksi Pendidikan Madrasah kabupaten/kota se-Jawa Barat, admin dan operator, Ketua Pokjawas, serta pengurus Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA).

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jabar, H. Badruzaman, menegaskan pelaksanaan AKGTK harus berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.

“Kesuksesan AKGTK 2026 membutuhkan sinergi, komitmen, dan kolaborasi seluruh pihak. Kita harus memastikan pelaksanaannya berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel,” tegas Badruzaman.

Salah satu perhatian utama tahun ini adalah perubahan sasaran asesmen. Kepala Raudhatul Athfal (RA) masuk sebagai sasaran AKGTK 2026, sedangkan guru RA belum termasuk sasaran pada periode ini.

Baca Juga:  Pasca-MAKESTA, PAC IPNU-IPPNU Plered Kawal Anggota Baru Lewat DISMING

Karena itu, Kemenag meminta Seksi Pendidikan Madrasah kabupaten/kota bersama pengurus KKRA memastikan kepala RA yang memenuhi persyaratan tercatat dengan benar melalui EMIS GTK.

Ketua Tim Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru/Pendidik, Hj. Widya Arthawati, mengatakan peserta juga harus memastikan akun, data penugasan, dan perangkat telah siap sebelum asesmen.

“Seluruh peserta harus memastikan akun EMIS GTK aktif, data penugasan sesuai, dan perangkat yang digunakan telah memenuhi persyaratan. Persiapan ini penting agar pelaksanaan asesmen berjalan lancar dan kendala teknis dapat diminimalkan,” ujar Widya.

Selain kesiapan perangkat dan aplikasi Safe Exam Browser (SEB), peserta diwajibkan mengikuti simulasi sebelum ujian. Kemenag juga mengingatkan agar tidak ada upaya mencari jalan pintas dalam pelaksanaan asesmen.

Penggunaan joki, menyontek, meminta orang lain menggantikan peserta, hingga memotret dan menyebarkan soal dilarang. Pelanggaran tata tertib dapat menyebabkan peserta dinyatakan gagal sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Cegah Dampak Abu Vulkanik, Aliansi Mapala Cianjur Bagikan Masker Gratis

Widya kembali menekankan pentingnya akurasi data kepesertaan.

“Koordinasi antara seksi pendidikan madrasah kabupaten/kota, admin operator, dan pengurus KKRA perlu diperkuat untuk memastikan proses verifikasi dan pemutakhiran data berjalan dengan baik. Jangan sampai ada peserta yang memenuhi persyaratan tetapi terlewat dalam pendataan,” tegasnya.

AKGTK 2026 dijadwalkan berlangsung secara daring pada 5–9 Oktober 2026 menggunakan aplikasi berbasis SEB. Lokasi ujian mengikuti Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan Kemenag kabupaten/kota.

Peserta wajib hadir sedikitnya 30 menit sebelum ujian dan mengikuti seluruh tata tertib. Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal dinyatakan tidak mengikuti tes, sementara ujian susulan hanya dimungkinkan dalam kondisi force majeure dengan bukti sah dan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Kemenag Jabar: Kompetensi ASN, Kebutuhan Tak Bisa Ditawar

“Persiapan yang baik harus disertai kedisiplinan dan integritas. Peserta perlu mengikuti asesmen secara mandiri, mematuhi tata tertib, dan menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat memengaruhi keabsahan hasil asesmen,” ungkap Widya.

AKGTK bukan sekadar ujian. Hasilnya akan menjadi data dasar untuk memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan madrasah sekaligus menjadi pijakan penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Rapat tersebut turut melibatkan Ketua Tim Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Tenaga Kependidikan, H. Awal Teguh Santosa, serta tim teknis AKGTK, Aditya Mahmud Faza.

Dengan pelaksanaan yang tinggal beberapa hari, perhatian Kemenag Jabar kini tertuju pada dua hal: memastikan peserta yang tepat masuk dalam sistem dan memastikan asesmen berlangsung tanpa kecurangan. Sebab, peta kompetensi yang akurat hanya bisa lahir dari data yang benar dan ujian yang dikerjakan secara jujur.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran