GUGAH – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Subang, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Subang, H. Asep Alamsyah Heridinata, mengimbau seluruh elemen masyarakat, panitia penyelenggara, aparat, serta para calon kepala desa untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan menjunjung tinggi prinsip netralitas.
Ia menegaskan, Pilkades harus menjadi momentum demokrasi di tingkat desa yang berlangsung aman, tertib, jujur, transparan, dan adil. Perbedaan pilihan politik, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh merusak persaudaraan maupun kerukunan antarwarga.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas menjelang Pilkades serentak. Jangan sampai perbedaan pilihan politik memutus tali silaturahmi, merusak persaudaraan, apalagi memicu konflik di tengah masyarakat. Siapa pun calon yang didukung, persatuan dan kerukunan warga harus tetap menjadi prioritas,” ujar Asep, Jumat (16/10/2026).
Asep menyampaikan, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Subang.
Pertama, menjaga kondusivitas dan persatuan masyarakat.* Ia mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga silaturahmi, serta tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan dukungan terhadap calon kepala desa.
“Pilkades ini merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Jangan sampai kontestasi politik justru menimbulkan perpecahan di antara tetangga, saudara, maupun sesama warga. Setelah Pilkades selesai, kita semua tetap hidup berdampingan dan membangun desa bersama,” tegasnya.
Kedua, menjaga netralitas panitia penyelenggara dan aparat.* Menurut Asep, netralitas menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan. Panitia di setiap desa harus menjalankan tugas secara profesional, jujur, transparan, dan bertanggung jawab tanpa keberpihakan kepada calon tertentu.
“Kami berharap panitia penyelenggara dan aparat yang terlibat dapat menjaga netralitas serta menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan ada intervensi maupun keberpihakan yang dapat mencederai proses demokrasi. Semua calon harus mendapatkan perlakuan yang adil sesuai aturan,” katanya.
Ketiga, menolak politik uang, hoaks, dan isu SARA.* IKA PMII Kabupaten Subang juga mengingatkan para calon kepala desa beserta tim suksesnya agar mengedepankan persaingan yang sehat melalui gagasan, program kerja, serta visi dan misi pembangunan desa.
“Kontestasi Pilkades harus menjadi ruang untuk menawarkan gagasan dan program terbaik bagi masyarakat, bukan justru diwarnai praktik politik uang, penyebaran hoaks, maupun isu SARA. Cara-cara seperti itu berpotensi merusak kualitas demokrasi dan memecah belah masyarakat. Kami mengajak seluruh calon dan tim sukses untuk berkompetisi secara sehat dan bermartabat,” ungkap Asep.
Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Subang mampu melahirkan pemimpin desa yang berintegritas, memiliki dedikasi tinggi, serta berkomitmen terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, Pilkades ini dapat menghasilkan kepala desa yang amanah, berintegritas, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik. Kemenangan dalam Pilkades bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
IKA PMII Kabupaten Subang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. Dengan mengedepankan kedewasaan berdemokrasi, diharapkan Pilkades serentak dapat berjalan lancar serta menghasilkan kepemimpinan desa yang membawa kemajuan bagi masyarakat. ***





Tinggalkan Balasan