Harga Emas Melesat Naik Setelah ada Penurunan, Bagaimana Perdagangan Hari Ini?

|

GUGAH – Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Selasa (29/9/2026) setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Penguatan ini dipicu aksi beli (buying on weakness) dari investor yang menilai harga emas telah berada pada level yang lebih menarik setelah terkoreksi cukup dalam.

Berdasarkan perdagangan pasar spot, harga emas ditutup di US$4.184,8 per troy ons, naik 1,7 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Kenaikan tersebut menghentikan tren pelemahan yang sempat menekan harga logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.

Meski mencatat rebound, secara jangka pendek harga emas masih berada dalam tren koreksi. Dalam sepekan terakhir, harga emas tercatat turun sekitar 4,13 persen, sementara dalam satu bulan terakhir pelemahannya mencapai 5,79 persen secara point-to-point.

Koreksi tersebut dinilai membuat harga emas kembali menarik bagi sebagian investor. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar umumnya memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi pembelian dengan harapan memperoleh keuntungan ketika harga kembali menguat.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Meroket Rp40 Ribu, Cek Rincian Terbaru Selasa Ini

Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay, menilai ruang koreksi emas masih terbuka dengan target penurunan terdekat di kisaran US$4.053,7 per troy ons. Menurutnya, arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat akan sangat dipengaruhi oleh rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP).

Kedua indikator tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve). Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi, sehingga dapat menekan harga emas. Sebaliknya, data ekonomi yang melemah berpotensi meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Baca Juga:  Suku Bunga BI Naik 50 Bps, INDEF Ingatkan Sektor Riil Bakal Tercekik di Semester II 2026

Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, harga emas masih menunjukkan kecenderungan bearish pada grafik harian (daily time frame), meskipun mulai terjadi pemulihan.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 40, masih di bawah batas netral 50. Posisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 36, yang menunjukkan momentum jual masih relatif kuat meski mulai mendekati area jenuh jual (oversold). Kondisi ini membuka peluang terjadinya rebound teknikal apabila minat beli terus meningkat.

Untuk perdagangan Rabu (30/9/2026), harga emas diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.

Secara teknikal, level resistance terdekat berada di US$4.210 per troy ons, yang bertepatan dengan indikator Moving Average (MA) 5. Apabila mampu menembus level tersebut, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di US$4.276 per troy ons, dengan target optimistis di kisaran US$4.293 per troy ons.

Baca Juga:  Tak Hanya Buah, Biji hingga Daun Pepaya Juga Punya Potensi untuk Kesehatan

Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi, US$4.161 per troy ons menjadi area pivot point yang perlu dicermati. Apabila harga turun menembus level tersebut, emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju kisaran US$4.149 hingga US$4.117 per troy ons.

Sementara itu, dalam skenario yang lebih negatif, harga emas diperkirakan dapat kembali menguji area US$4.065 per troy ons sebagai level support utama dalam jangka pendek.

Pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan berlangsung fluktuatif seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global. ***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran