Dialog Lintas Agama Internasional Digelar, Pemuda ICMI Kota Bekasi Singgung Peran FKUB

BEKASI — Majelis Pengurus Daerah (MPD) Pemuda ICMI Kota Bekasi yang dipimpin H. Imamuddin menyelenggarakan International Youth Interfaith Dialogue 2026 pada Sabtu (2/5/2026) di Kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI).

Kegiatan ini merupakan forum yang mempertemukan delegasi pemuda dari berbagai negara dan keyakinan untuk mendiskusikan perdamaian dan toleransi beragama.

Acara berlangsung semarak dan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Wali Kota Bekasi. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi sebagai langkah konkret generasi muda dalam mengambil peran dalam penguatan nilai toleransi di Kota Bekasi.

Baca Juga:  Final Liga Sabrengna 2026: Erwan Setiawan Targetkan Emas untuk Tim ASN Jabar

Namun di balik pelaksanaannya, muncul sorotan terhadap kondisi kerukunan umat beragama di Kota Bekasi yang dinilai mengalami penurunan. Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang sebelumnya sempat berada di peringkat kedua nasional, kini turun ke posisi kelima.

Keberhasilan kegiatan ini dinilai menjadi perbandingan terhadap peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi.

Akademisi muda Kota Bekasi, Maulana Sani, menilai terdapat ketimpangan antara inisiatif komunitas pemuda dengan peran lembaga resmi yang memiliki mandat dalam menjaga kerukunan.

Baca Juga:  Baznas Ciamis Diminta Bijak Soal Zakat ASN yang Belum Mencapai Nisab

“Cukup ironis, ketika pemuda kita sudah bicara di level internasional, namun lembaga yang menaungi kerukunan di tingkat lokal justru dipimpin oleh seorang tokoh senior yang sudah berusia di atas 80 tahun. Ini bukan masalah diskriminasi usia, tapi masalah kecepatan respons dan pemahaman terhadap dinamika sosial digital saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya regenerasi dan inovasi dalam tubuh FKUB agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam menjangkau kalangan muda.

Baca Juga:  Pemkot Bekasi Gelar Skrining Payudara Gratis, Wiwiek Hargono: Deteksi Dini Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Berdaya

Menurutnya, pendekatan yang masih bersifat administratif dinilai belum menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Kegiatan dialog lintas agama ini dinilai menjadi bukti bahwa upaya menjaga kerukunan tidak cukup bersifat seremonial, tetapi membutuhkan langkah nyata dan keterlibatan aktif berbagai pihak.

Ia berharap, keberhasilan Pemuda ICMI Kota Bekasi dapat menjadi momentum untuk mendorong pembenahan dalam penguatan kerukunan di Kota Bekasi.***

Avatar Egi

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *