Biarkan Kursi Wabup Ciamis Kosong

CIAMIS– Gonjang – ganjing pengisian jabatan Wakil Bupati Ciamis yang ditinggal mendiang Yana D Putra seperti sengaja dibuat jelimet.

Isunya berputar – putar dan sampai pada titik jenuh. Kendati solusi untuk pengisian ada, namun solusi itu terbungkam oleh tarik menarik kepentingan politik.

Kondisi ini membuat mantan orang nomor satu GP Ansor Ciamis Maulana Sidik, turut bersuara dan mengajak untuk tutup buku membahas peluang pengisian jabatan Wabup Ciamis.

“Jenuh. Semua terjebak pada pragmatisme sesaat, bercampur aduk dengan kepentingan politik masing-masing partai. Isu wabup sudah gak relevan, jadi biarkan saja kursi wabup Ciamis kosong,” kata Sidik, belum lama ini.

Baca Juga:  Belanja Infrastruktur Jabar Tembus Rp1 Triliun, Sektor UMKM dan Ekonomi Kerakyatan Masih ‘Kurang Gizi’

Menurut Sidik lebih baik saat ini loncat ke Pilkada 2030. Dimana pada Pilkada nanti tidak akan ada kandidat incumbent. Rivalitas pada Pilkada 2030 akan sangat seru.

“Sekarang saya melihat itu, beberapa figur justru tengah mempersiapkan untuk 2030. Seperti Nanang Permana misalnya, baru-baru ini berhasil meraih gerbong PUI dengan dinobatkan sebagai ketua yang terpilih secara aklamasi.,” ujar Sidik.

Nanang menurut Sidik diakui atau tidak terus meperluas jejaringnya dan memperkuat modal sosialnya. Masa pendidikan jelas terkelola karena Nanang menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Ciamis.

Baca Juga:  Maluku Diguncang Gempa M 6,7: Kepulauan Tanimbar Bergetar Saat Warga Terlelap

“Itu Nanang. Kemudian di PAN ada Pak Herry Dermawan. Beliau anggota DPRRI, tokoh Muhammadiyah, aktif dan lebih akrab dengan pengusaha unggas, memperkuat kedekatan dengan peternak rakyat dan rajin turun ke daerah,” katanya.

Sidik menambahkan ada lagi figur yang juga Ketua Ormas Islam, yakni KH. Ismail Choas, beliau Ketua PC NU, yang juga sesepuh PKB Ciamis. “Beliau seringkali terabsen namanya di setiap memontum menjelang Pilkada, bisa jadi di tahun 2030 beliau bersedia,” kata Sidik.

Terakhir Sidik juga menyebut nama Didi Sukardi sebagai kandidat yang modal sosial dan jaringan nya luas.

Baca Juga:  Gelar Operasi Hisbah, Santri di Ciamis Temukan Ribuan Botol Miras

“KDS (Kang Didi Sukardi) dua periode menjadi anggota DPRD Provinsi Jabar, saat ini menahkodai PKS Ciamis, memimpin Ormas juga, AMS.,” kata dia.

Perhelatan figur dengan modal jejaring, sosial yang luas dan politik yang kuat, seperti empat figur tadi kata Sidik itu lebih seru dipetakan sejak saat ini, ketimbang terus menerus ngurus kekosongan kursi jabatan Wabup Ciamis.

“Biarkan saja kursi jabatan wabup Ciamis kosong. Karena sifatnya pengisiang ini dianggap perlu bisa, dianggap tidak perlu juga bisa,” kata Sidik.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran