ABPEDNAS Subang Dikukuhkan, KDM Tekankan Pelestarian Lingkungan

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, menghadiri acara pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Subang. Kegiatan tersebut berlangsung di Smart Hill Camp, kawasan Ciater, Rabu (13/05/2026), dihadiri oleh para pengurus, anggota, serta pemangku kepentingan di lingkungan pemerintahan desa.

Dalam sambutannya, KDM menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat desa dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan keberlangsungan nilai-nilai budaya, yang keduanya menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat pedesaan. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu padu menjaga identitas dan kenyamanan wilayah desa agar tetap lestari dan berdaya guna.

Baca Juga:  Wujudkan Muktamar NU yang Bersih dan Berkah

Terdapat tiga poin utama yang ditekankan Gubernur dalam arahannya. Pertama, penolakan tegas terhadap segala bentuk kegiatan penambangan liar. Menurut KDM, praktik tersebut tidak hanya berpotensi merusak tatanan ekosistem dan lingkungan hidup, tetapi juga menjadi pemicu kemiskinan masyarakat, serta memicu munculnya praktik-praktik premanisme yang meresahkan dan merugikan banyak pihak.

Kedua, KDM mendorong terwujudnya kemandirian desa, khususnya dalam hal pengelolaan persampahan. Ia menekankan bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan memerlukan kerja sama dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat. Kemandirian dalam pengelolaan sampah dinilai sebagai langkah strategis agar desa tetap bersih, sehat, dan tertata rapi.

Baca Juga:  Sinergi Pemkab dan DPRD Cirebon: Pendidikan Jadi Fondasi Utama dan Mandat Regulasi

“Desa harus mandiri. Semua elemen masyarakat harus bekerja sama menjaga kebersihan dan menyelesaikan persoalan sampah,” kata KDM.

Ketiga, KDM mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan dan merawat kekayaan budaya yang dimiliki. Ia menempatkan budaya sebagai modal dasar yang tidak ternilai harganya bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Berbeda dengan kekayaan alam yang suatu saat bisa habis atau punah jika terus dieksploitasi, budaya akan senantiasa hidup dan bertahan sepanjang terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kalau kekayaan alam bisa habis, budaya tidak akan lekang oleh zaman,” ujarnya mengingatkan.

Lebih lanjut, KDM menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah penguatan peran ABPEDNAS dalam mendukung percepatan pembangunan desa di Jawa Barat. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan aspirasi dan kemajuan desa.

Baca Juga:  Tragedi Erupsi Gunung Dukono: 17 Pendaki Dievakuasi, Operasi Pencarian Tiga Korban Terkendala Aktivitas Vulkanik

Ia juga menyoroti dukungan signifikan dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa, yang dinilai sangat membantu dalam menjaga ketertiban hukum dan mengawal pembangunan di tingkat desa.

“Saya ajak semua pihak, termasuk ABPEDNAS, untuk terus menjaga desa. Ini adalah bagian dari sejarah dalam kehidupan kita bersama,” pungkas KDM, seraya berharap pengukuhan ini menjadi awal langkah nyata menuju desa yang lestari, mandiri, dan berbudaya luhur.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran