GUGAH — Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031 tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi. Momentum tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran alumni dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat.
Ketua PC IKA PMII Kabupaten Bandung Barat, Saeful Rachman, menilai jaringan alumni memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial sekaligus ekonomi. Alumni yang kini tersebar di berbagai sektor dinilai dapat dikonsolidasikan agar tidak berhenti pada ruang silaturahmi, tetapi mampu melahirkan kerja-kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Saeful, salah satu langkah yang mulai dibangun adalah penguatan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi anggota dan masyarakat.
Koperasi tersebut tidak hanya diarahkan pada aktivitas simpan pinjam, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan produk masyarakat dengan jaringan pasar yang lebih luas.
“Alumni kita tersebar di berbagai bidang. Potensi itu harus dikonsolidasikan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bandung Barat,” kata Saeful.
Sejumlah produk lokal mulai dikembangkan melalui kerja sama dengan petani di Bandung Barat. Di antaranya kopi dari petani Gunung Halu dan gula semut yang menjadi bagian awal dari pengembangan produk berbasis potensi lokal.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk masuk dalam jaringan pemasaran yang dibangun melalui jejaring alumni PMII.
Saeful mengatakan, penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan membangun produk. Akses terhadap pasar, permodalan, jaringan distribusi dan kolaborasi antarpelaku ekonomi juga menjadi bagian penting yang harus diperkuat.
Karena itu, koperasi diharapkan dapat berkembang hingga tingkat kecamatan sehingga manfaatnya tidak hanya terpusat di tingkat kabupaten.
“Yang kita bangun bukan hanya koperasinya, tetapi ekosistemnya. Ada petani, UMKM, alumni dan masyarakat yang bisa saling menguatkan,” ujarnya.
Selain agenda ekonomi, PC IKA PMII KBB juga menempatkan organisasi alumni sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai latar belakang alumni yang kini memiliki profesi, jabatan dan aktivitas berbeda.
Perbedaan tersebut, menurut Saeful, justru menjadi modal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.
Dalam rangkaian pelantikan, turut digelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, launching koperasi, pengukuhan PAC di tingkat kecamatan, gelar produk UMKM, launching aplikasi SIAP serta dialog pemberdayaan ekonomi umat.
Ke depan, PC IKA PMII KBB menargetkan jaringan alumni dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat sipil yang aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Posisi IKA PMII KBB terhadap pemerintah adalah sebagai mitra strategis, sebagai kawan yang sama-sama berbuat untuk memajukan masyarakat Bandung Barat,” tutur Saeful.
Dengan demikian, pelantikan kepengurusan baru diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni organisasi, tetapi menjadi titik awal konsolidasi potensi alumni untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.***



Tinggalkan Balasan