Kericuhan Pecah di Jantung Kota Bandung: Massa Aksi Rusak Fasilitas Umum dan Bakar Pos Polisi

BANDUNG – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di pusat Kota Bandung pada Jumat sore, 1 Mei 2026, berakhir ricuh setelah massa aksi yang berjumlah sekitar 100 orang melakukan pengrusakan fasilitas umum.

Insiden ini terkonsentrasi di dua titik utama, yakni Simpang Tujuh Cikapayang dan Perempatan Tamansari (Baltos).

Massa mulai bergerak sejak pukul 16.45 WIB dan menyebabkan gangguan ketertiban serta arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatannya, massa aksi sempat memblokade jalan arah Dago dan membakar pembatas jalan pada pukul 16.50 WIB.

Baca Juga:  Catat Waktunya! Dari Koperasi hingga Cinta Tanah Air, IPNU Garut Siapkan Forum Diskusi Berkualitas

Aksi tersebut sempat mendapatkan penolakan dari massa ormas/paguyuban sebelum akhirnya massa aksi bergeser menuju arah perempatan Tamansari (Baltos) pada pukul 17.00 WIB.

Di lokasi kedua ini, massa kembali berkumpul di bawah jembatan layang sambil melakukan pembakaran ban bekas dan sampah.

Eskalasi tindakan destruktif semakin meningkat saat massa aksi mulai merusak rambu lalu lintas dan videotron di perempatan Tamansari.

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi Anulir Penutupan Jalan Diponegoro: Tegaskan Otoritas dan Kelancaran Publik

Situasi memuncak pada pukul 18.39 WIB, di mana massa melakukan aksi pembakaran terhadap fasilitas videotron serta Pos Polisi di perempatan tersebut.

Tindakan anarkis ini menyebabkan kerusakan berat pada aset negara dan fasilitas publik yang berada di lokasi kejadian.

Merespons tindakan kriminal tersebut, pihak kepolisian mengambil langkah tegas untuk mengendalikan situasi di lapangan. Tepat pada pukul 19.37 WIB, massa aksi berhasil dipukul mundur oleh petugas ke arah perempatan Cihampelas guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Baca Juga:  Ziarah May Day ala KSARBUMUSI Garut: Dari Makam Ulama, Spirit Perjuangan Buruh Dikuatkan

Petugas kepolisian terus bersiaga untuk memastikan keamanan warga dan mensterilkan lokasi dari sisa-sisa pembakaran.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melaksanakan penyisiran dan bersiaga (standby) di sekitar Taman Surapati untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.

Meskipun massa aksi sudah berhasil dibubarkan, perkembangan di lapangan terus dimonitor secara ketat oleh aparat keamanan guna mengantisipasi adanya gangguan susulan.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang selama proses pengamanan berlangsung.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *