GUGAH – Yusron Kholid kembali dipercaya memimpin Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan untuk masa bakti 2026–2031. Amanah tersebut menandai kelanjutan peran Baznas sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat program kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Pelantikan pimpinan Baznas Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 berlangsung di Teras Pendopo Kuningan, Rabu (24/6), dan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Dalam kesempatan tersebut, bupati menegaskan pentingnya peran Baznas sebagai lembaga yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Menurut Dian, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam merespons berbagai kebutuhan mendesak karena harus mengikuti mekanisme serta prosedur yang diatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di sinilah Baznas dinilai memiliki posisi strategis dalam melengkapi upaya pemerintah.
“Jika APBD dan perangkat daerah menjadi instrumen utama pemerintah yang bergerak dalam koridor regulasi, maka Baznas hadir melengkapi dengan kemampuan bergerak lebih cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang mendesak,” ujar Dian.
Ia menjelaskan, berbagai persoalan sosial seperti bantuan biaya pengobatan, kebutuhan darurat masyarakat kurang mampu, hingga bantuan kemanusiaan sering kali membutuhkan penanganan yang tidak bisa menunggu proses birokrasi yang panjang. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, Baznas diharapkan mampu menjadi solusi yang efektif.
Karena itu, Dian berharap kepengurusan baru dapat menghadirkan program-program yang inovatif dan produktif sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas harus semakin kuat agar program-program sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Yusron Kholid menegaskan bahwa Baznas Kabupaten Kuningan siap mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan angka kemiskinan.
Menurutnya, Baznas memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghimpun dan menyalurkan dana zakat. Lembaga tersebut juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk mengawal berbagai program Bupati Kuningan. Baznas siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Yusron menambahkan, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan Baznas akan terus diperkuat agar manfaat program sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain bantuan konsumtif, pihaknya juga akan mendorong program-program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kemandirian warga.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, dan produktif, Baznas diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pembangunan sosial di Kabupaten Kuningan.
“Kami akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Adapun susunan pimpinan Baznas Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 terdiri atas Yusron Kholid sebagai Ketua, Syarifudin sebagai Wakil Ketua I, Asep Z. Fauzi sebagai Wakil Ketua II, Adang Romadona sebagai Wakil Ketua III, dan Abdul Jalil Hermawan sebagai Wakil Ketua IV.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Baznas Kabupaten Kuningan diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan dan pendistribusian zakat, sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat yang selaras dengan agenda pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***



Tinggalkan Balasan