GUGAH – Sejumlah sopir angkutan di Kabupaten Cianjur, baik sopir truk maupun elf, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas operasional dan berdampak langsung pada pendapatan para pengemudi.
Berdasarkan keterangan para sopir, kelangkaan solar sudah terjadi sekitar tiga minggu hingga hampir satu bulan terakhir. Akibatnya, mereka kesulitan mendapatkan pasokan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Salah seorang sopir elf, Andri (35), mengaku kesulitan memperoleh solar sejak beberapa minggu terakhir. Menurutnya, sopir angkutan reguler menjadi pihak yang paling terdampak karena tidak memiliki banyak waktu untuk mengantre di SPBU.
“Kami sopir elf sangat dirugikan dengan adanya kelangkaan ini. Jika sopir truk masih bisa mengantre, kami sebagai angkutan reguler tidak bisa menunggu terlalu lama karena harus tetap melayani penumpang. Akhirnya kami terpaksa membeli solar dari pedagang eceran, itu pun sulit didapat dan harganya mahal, bisa mencapai Rp11.000 hingga Rp12.000 per liter,” ujar Andri, Senin (22/6).
Keluhan serupa disampaikan Udin (28), seorang sopir truk. Ia mengaku harus mengantre hingga setengah hari untuk mendapatkan solar.
“Kelangkaan ini sudah terjadi hampir satu bulan. Kami sangat dirugikan. Kami hanya sopir kecil, tetapi justru sangat sulit mendapatkan solar,” katanya.
Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan solar tersebut. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, aktivitas transportasi dan distribusi barang di wilayah Cianjur akan semakin terganggu.***



Tinggalkan Balasan