Kasus HIV Terus Bertambah, Pemkot Bekasi Didorong Evaluasi Program Pencegahan

|

GUGAH – Meningkatnya jumlah kasus HIV di Kota Bekasi kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, tercatat terdapat 398 kasus HIV baru dalam periode terbaru. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi, Muhammad Joefry, menilai tingginya angka kasus baru menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program pencegahan HIV yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya memiliki Dinas Kesehatan sebagai perangkat daerah yang menangani urusan kesehatan, tetapi juga Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi yang secara khusus berfokus pada upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Baca Juga:  Cegah Celah Hukum, Pemkab Tasikmalaya Janji Cairkan Gaji 1.912 Guru PPPK Paruh Waktu Dua Bulan Lagi

“Tingginya angka kasus HIV baru harus menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Bekasi perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang selama ini dijalankan. Kita memiliki Dinas Kesehatan dan juga Komisi Penanggulangan AIDS yang secara khusus menangani isu HIV/AIDS, sehingga upaya pencegahan harus benar-benar diperkuat agar kasus penularan baru dapat ditekan,” ujar Joefry.

Pria yang akrab disapa Panglima Joefry itu menilai penanganan HIV tidak cukup hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga harus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

Baca Juga:  Konsep MASAGI Ditawarkan, Ari Awaludin Siap Goyang KNPI Palabuhanratu

Ia mendorong agar program edukasi HIV/AIDS lebih intensif dilakukan di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai HIV penting diberikan sejak dini agar generasi muda memahami risiko perilaku yang dapat meningkatkan potensi penularan.

“Sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara masif, baik di sekolah maupun pondok pesantren. Generasi muda perlu diberikan pemahaman yang benar tentang HIV dan berbagai perilaku berisiko yang dapat menyebabkan penularan, sehingga mereka memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan menghindari perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka,” tegasnya.

Joefry menambahkan, posisi Kota Bekasi yang saat ini termasuk daerah dengan jumlah kasus HIV cukup tinggi di Jawa Barat harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak lebih serius dan terukur dalam melakukan pencegahan.

Baca Juga:  Pendaki Asal Bandung Tersesat di Gunung Puntang, Tim SAR Gabungan Gelar Operasi Pencarian

Menurutnya, penanganan HIV membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter generasi muda.

Ia berharap peningkatan kasus HIV dapat menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk memperkuat strategi pencegahan, memperluas jangkauan edukasi, serta membangun kesadaran masyarakat agar angka penularan HIV dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. ***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran