GUGAH – Sebanyak 1.200 warga memadati pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat NU Desa Ciwangi, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, yang digelar di Aula Kantor Desa Ciwangi, Minggu (21/6/2026).
Sejak pagi, ribuan jamaah dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Mereka terdiri atas tokoh masyarakat, pengurus dan kader NU, Muslimat NU, serta warga Desa Ciwangi dan sekitarnya. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan kecintaan warga terhadap Nahdlatul Ulama.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut. Turut hadir jajaran lengkap MWCNU Kecamatan Balubur Limbangan, mulai dari Mustasyar, Rais Syuriyah, Katib, Ketua Tanfidziyah, Sekretaris, A’wan, hingga Bendahara.
Pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi dalam meningkatkan pelayanan keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta menjaga dan melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tingkat desa.
Usai pelantikan, seluruh peserta mengikuti mauidlatul hasanah yang disampaikan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa amanah sebagai pengurus NU harus dimaknai sebagai ladang pengabdian kepada umat, bukan sekadar kedudukan dalam organisasi.
Menurutnya, pengurus ranting merupakan ujung tombak Nahdlatul Ulama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka dituntut mampu menghadirkan kemaslahatan, memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan umat, serta merawat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi karakter perjuangan NU.
Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut juga mengutip pesan yang dinisbatkan kepada Almaghfurlah KH Ali Maksum bahwa berjuang dan mengamalkan ajaran Nahdlatul Ulama merupakan jalan untuk meraih ridha Allah SWT dan mengantarkan umat menuju surga-Nya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan mewarnai seluruh rangkaian acara, menjadi bukti bahwa semangat berkhidmah dan menjaga estafet perjuangan Nahdlatul Ulama terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Desa Ciwangi.***



Tinggalkan Balasan