BEKASI — Komunitas Aksi Kamisan menggelar doa bersama dan tabur bunga di kawasan Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk penghormatan kepada para korban tragedi kecelakaan kereta yang terjadi beberapa waktu lalu.
Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap korban serta keluarga yang ditinggalkan. Para peserta hadir mengenakan pakaian serba hitam, menciptakan suasana khidmat di lokasi kejadian.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memanjatkan doa bersama dan menaburkan bunga di sekitar area rel kereta sebagai simbol duka dan penghormatan.
Perwakilan Aksi Kamisan, Toriq Akbar Karisma, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya keselamatan di ruang publik, khususnya di sektor transportasi.
“Kami ingin menyampaikan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Peristiwa ini seharusnya menjadi evaluasi bersama, khususnya bagi pemerintah dan pihak terkait agar sistem keselamatan transportasi benar-benar diperbaiki,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak boleh berhenti pada duka semata, melainkan harus menjadi momentum perbaikan ke depan.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Pemerintah perlu lebih serius dalam memastikan standar keselamatan berjalan dengan baik, mulai dari pengawasan hingga mitigasi risiko di lapangan,” tambahnya.
Aksi ini juga menjadi ruang refleksi atas peristiwa yang terjadi, sekaligus dorongan agar seluruh pihak lebih serius dalam memperhatikan aspek keselamatan transportasi publik.
Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti jalannya kegiatan, mencerminkan duka mendalam atas peristiwa yang telah terjadi.***



Tinggalkan Balasan