Waketum Tespoin: Sertifikasi Profesi Kunci Membangun Kepercayaan Industri Jasa Gawai

|

GUGAH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Teknisi Ponsel Indonesia (Tespoin) Jawa Barat bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tespoin Bandung Raya menggelar sertifikasi profesi massal bagi ratusan teknisi ponsel se-Jawa Barat di Gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 170, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Roadshow Tespoin DPW Jawa Barat Goes to DPD Bandung” ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas teknisi ponsel di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan yang semakin tinggi.

Program yang digagas jajaran Tespoin Jawa Barat tersebut bekerja sama dengan BBPVP Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk memfasilitasi uji kompetensi berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Umum Tespoin Indonesia, H. Soni Daniswara, S.E., yang juga merupakan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung.

Baca Juga:  PC GP Ansor Pekanbaru Kecewa atas Pemberhentian Purwaji dari Pengurus Pusat

Dalam paparannya, Soni menegaskan bahwa sertifikasi profesi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pengakuan resmi atas kompetensi seorang teknisi.

“Sertifikasi profesi ini bukan sekadar selembar kertas. Ini adalah bukti bahwa seorang teknisi memiliki kompetensi, keterampilan, dan etika kerja yang sesuai dengan standar nasional. Dalam sektor jasa, yang kita jual kepada masyarakat bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kepercayaan. Tanpa kepercayaan, industri jasa tidak akan berkembang dengan baik,” ujar Soni.

Ia berharap program sertifikasi dapat menjangkau lebih banyak daerah di Jawa Barat dan menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

“Kami berharap Tespoin terus membangun kemitraan dengan pemerintah. Program seperti ini perlu diperluas ke berbagai kota dan kabupaten agar mampu melindungi konsumen sekaligus meningkatkan martabat profesi teknisi ponsel,” katanya.

Pentingnya Sertifikasi Profesi

Dalam pemaparan yang disampaikan kepada peserta, Tespoin menekankan sedikitnya empat alasan utama mengapa sertifikasi profesi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku jasa perbaikan gawai.

Baca Juga:  Tema Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi Dirilis BPIP, Ini Maknanya

Pertama, sertifikasi menjadi bukti kompetensi yang dapat diverifikasi. Berbeda dengan produk barang yang kualitasnya dapat dilihat secara langsung, jasa bersifat tidak berwujud sehingga membutuhkan pengakuan kompetensi yang jelas untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Kedua, sertifikasi menciptakan standar pelayanan yang seragam. Dengan adanya standar kompetensi nasional, teknisi memiliki acuan keterampilan minimum yang harus dikuasai sehingga kualitas layanan menjadi lebih konsisten.

Ketiga, sertifikasi memberikan perlindungan bagi konsumen maupun teknisi. Dalam pekerjaan yang berkaitan dengan perangkat elektronik dan data pribadi, standar operasional dan kode etik menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kerugian.

Baca Juga:  Sinergi Pemuda NU dan Forkopimcam, Pawai Obor Gebyar Muharram di Tanjungsari Berlangsung Meriah

Keempat, sertifikasi membuka peluang kerja yang lebih luas. Di tengah persaingan industri digital dan pasar kerja yang semakin kompetitif, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing dan profesionalisme teknisi.

Didukung Pelaku Industri

Pelaksanaan sertifikasi juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan penyedia layanan pendukung industri perbaikan ponsel, di antaranya Braderparts, Borneo Schematics, OG Super Shinestar, Metrixflashet, dan Gadget Doc.

Selain mengikuti uji kompetensi, peserta memperoleh berbagai fasilitas pendukung seperti akses platform skematik digital, pelatihan elektronika dasar dan skematik smartphone, atribut kegiatan, hingga kesempatan mengikuti program undian hadiah yang disiapkan panitia.

Melalui program ini, Tespoin berharap semakin banyak teknisi ponsel yang memiliki sertifikasi kompetensi resmi sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing industri jasa perbaikan gawai di Indonesia.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran