gugah.co – Sebanyak 132 siswa salah satu SMK di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah, pusing, dan diare, Jumat (6/11/2026). Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Garut, Asep Surahman, mengatakan sebanyak 15 siswa menjalani perawatan di puskesmas, sementara 132 siswa lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan.
“Yang dirawat hari ini 15 orang, namun yang berobat jalan sekitar 132 anak. Ini informasinya baru dari satu sekolah, kami masih telusuri,” kata Asep saat dihubungi, Jumat (6/11/2026).
Menurut Asep, para siswa umumnya mengeluhkan gejala yang sama, yakni mual, muntah, pusing, dan diare. Dinkes Garut saat ini masih melakukan penelusuran epidemiologi, termasuk mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.
“Gejala yang dikeluhkan yakni muntah, pusing, mual dan diare. Sekarang yang dirawat siswa SMK. Kemungkinan pergerakan akan bertambah, tapi mudah-mudahan dapat berobat jalan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan para siswa, mereka sempat mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis (5/11/2026). Keluhan mulai dirasakan oleh sebagian siswa pada malam harinya, sementara lainnya mengalami gejala pada Jumat pagi.
Meski demikian, Dinkes Garut belum menyimpulkan adanya hubungan antara makanan tersebut dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun pemeriksaan lainnya.
Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih berlangsung dan jumlah siswa yang menjalani pemeriksaan kesehatan masih berpotensi bertambah.***






Tinggalkan Balasan