Dedi Mulyadi Apresiasi Warga Usai Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen pada Triwulan III 2026

|

gugah.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi kontribusi masyarakat dan pemerintah daerah setelah perekonomian Jawa Barat mencatat pertumbuhan 5,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang dirilis pada November 2026, angka tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa sekaligus berada di atas rata-rata nasional.

Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator makro juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat meningkat menjadi 76,62, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 6,67 persen pada Agustus 2026.

Baca Juga:  BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Gerobak Usaha untuk Ibu Mayani, Dorong Mustahik Naik Kelas

Menanggapi capaian tersebut, Dedi menyampaikan terima kasih kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari pedagang, pengusaha, pekerja, petani, nelayan, hingga aparatur pemerintah di tingkat RT, kepala desa, dan pemerintah kabupaten/kota.

“Terima kasih untuk seluruh warga Jabar, para pedagang, para pengusaha, para pekerja, petani, nelayan, dari mulai RT sampai bupati/wali kota. Hari ini laju ekonomi di Jabar mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. IPM juga mengalami kenaikan, kesempatan kerja mulai meningkat, dan angka pengangguran turun,” ujar Dedi dalam keterangan yang diunggah melalui media sosialnya, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga:  Seret Nama Dedi Mulyadi dan Buka Konflik ke Publik, Abang Ijo Hapidin Dinilai Gagal Jaga Marwah Pemerintah Purwakarta

Meski demikian, Dedi menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memperoleh pekerjaan.

“Angka pengangguran turun walau pasti yang nganggur masih banyak,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan produktivitas, sembari menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan publik.

“Mari kita terus bekerja keras, apa pun yang kita lakukan demi kehidupan kita masing-masing. Kalau saya, jangan hanya berpikir diri dan keluarga, harus berpikir kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Akselerasi Ekspor Kerajinan Nasional, Menperin Targetkan Nilai Tambah Melalui Optimalisasi Bahan Baku Lokal

Di akhir pernyataannya, Dedi juga mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan perbaikan.

“Saya meyakini pembangunan di Jabar masih banyak kekurangannya. Untuk itu mohon maaf atas kekurangan-kekurangan kami,” katanya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran