GUGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan pemakaman tradisional masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan. Kobaran api yang menjalar di area perbukitan mengancam keberadaan makam leluhur yang menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat setempat.
Dalam video yang beredar di media sosial, dikutip pada Selasa (27/10/2026), api terlihat berkobar di tengah kawasan perbukitan pada malam hari. Kobaran api merambat di antara vegetasi kering hingga mendekati area pemakaman tradisional Toraja.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian lantaran kawasan pemakaman tradisional Toraja bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan juga menyimpan nilai sejarah, adat, dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Makam-makam tradisional Toraja dikenal memiliki keunikan tersendiri. Sebagian di antaranya telah berusia ratusan tahun dan menjadi simbol kuat hubungan masyarakat Toraja dengan leluhur mereka.
Karena itu, kebakaran yang terjadi di sekitar kawasan pemakaman tersebut tidak hanya menimbulkan ancaman kerusakan fisik, tetapi juga kekhawatiran terhadap kelestarian warisan budaya yang sulit tergantikan.
Meski rekaman memperlihatkan kobaran api di sekitar kawasan pemakaman, belum diketahui secara pasti seberapa luas area yang terbakar maupun tingkat kerusakan pada makam-makam tradisional tersebut.
Penyebab awal kebakaran, waktu pasti kejadian, serta langkah penanganan oleh pihak terkait juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan lingkungan. Ketika api menjangkau kawasan bersejarah, warisan budaya yang telah bertahan selama beberapa generasi pun ikut berada dalam ancaman.***





Tinggalkan Balasan