GUGAH – Penguatan intelektual, karakter, dan ideologi menjadi fokus Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Raya 2026 yang diselenggarakan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Garut (UNIGA), Sabtu–Minggu (24–25 Oktober 2026). Bertempat di Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) Garut, kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Insan Pergerakan yang Kritis, Humanis dan Berlandaskan Aswaja”.
MAPABA menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal identitas, nilai, dan arah gerakan PMII. Melalui proses kaderisasi ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga membangun fondasi pemikiran dan sikap yang diperlukan dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.

Kaderisasi Bukan Sekadar Keanggotaan
Pembukaan kegiatan dihadiri Luqi Sa’dillah Farindani sebagai perwakilan alumni PMII UNIGA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kualitas anggota agar mahasiswa yang bergabung tidak berhenti pada status keanggotaan, tetapi mampu mengembangkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi nyata.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kaderisasi merupakan proses pembentukan pribadi yang berintegritas, memiliki daya pikir kritis, dan siap menghadapi tantangan sosial. Sejumlah tokoh dan pemateri turut mengisi rangkaian kegiatan, di antaranya Yusuf Abdullah, H. Ihsan Sanusi, Adrian Hidayat, Zihan Aulia, Rian Adrian, Moh. Ikbal, dan Moh. Faisal.
Asah Nalar Kritis dan Kepekaan Sosial
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti materi, diskusi, serta diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD). Metode tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, menguji sudut pandang, dan mengembangkan kemampuan memahami persoalan secara lebih mendalam.
Materi kepemimpinan yang disampaikan, di antaranya oleh Yusuf Abdullah, turut menjadi bagian dari pembekalan peserta. Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, MAPABA diarahkan menjadi ruang pengembangan diri untuk menumbuhkan sikap kritis, humanis, serta keberanian menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.
Aswaja sebagai Landasan Gerakan
Bagi PK PMII UNIGA, MAPABA Raya 2026 merupakan pintu awal pembentukan kader yang mampu memadukan kecakapan intelektual dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Penguatan ideologi dan karakter menjadi bekal penting agar mahasiswa dapat menjalankan peran organisasi dengan tetap memperhatikan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang berakhir pada Minggu sore, 25 Oktober 2026, ini diharapkan menjadi awal keterlibatan aktif peserta dalam berbagai agenda komisariat. Tantangan selanjutnya ialah menjaga semangat belajar dan berorganisasi agar berkembang menjadi kontribusi nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat.***





Tinggalkan Balasan