Maulid Nabi di Cisalada Purwakarta Jadi Ruang Pembinaan Karakter Generasi Muda

|

GUGAH — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Pengajian Anak dan Remaja Majelis Ta’lim Al-Hidayah di Cisalada berlangsung khidmat, meriah, sekaligus menghadirkan pesan penting tentang pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

Di tengah tantangan perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan perubahan perilaku sosial remaja, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan akhlak, penguatan nilai-nilai keislaman, serta mempererat hubungan antargenerasi di lingkungan masyarakat.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan anak-anak dan remaja, seperti tari Islami, nadzom, pembacaan doa sehari-hari, puisi, karaoke Islami, pidato, hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, hingga lantunan sholawat. Seluruh penampilan menjadi media pembelajaran yang tidak hanya mengasah keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri dan kecintaan kepada ajaran Islam sejak usia dini.

Baca Juga:  Purwanto Bilang Calon Murid Baru Bisa Tolak Hasil PCMB SPMB 2026

Suasana semakin khidmat saat tausiyah disampaikan oleh Pengasuh Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Ust. Abu Sufyan, yang mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mencintai Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui peringatan Maulid semata, tetapi harus tercermin dalam akhlak, kejujuran, kepedulian, dan semangat menuntut ilmu yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya, Sabtu (26/9/2026).

Ketua Panitia, Ade Rahmat Mubarok, S.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan masyarakat masih sangat kuat. Kami berharap Maulid Nabi tidak berhenti sebagai acara tahunan, tetapi menjadi momentum untuk membangun generasi yang mencintai Rasulullah, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga:  GP Ansor Purwakarta Apresiasi Penghargaan Presiden untuk IPTU Abah Budiman

Sementara itu, Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Hidayah, H. Apun Mahpud, mengapresiasi keterlibatan seluruh panitia, orang tua, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Pembinaan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau lembaga pendidikan, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Kegiatan seperti ini adalah investasi moral yang manfaatnya akan dirasakan di masa depan,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al-Hidayah juga menjadi contoh bahwa kegiatan keagamaan mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini membangun ruang interaksi positif antara anak-anak, remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi yang religius, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  HUT Jabar ke-81, DPRD Soroti Kesenjangan Desa-Kota: Pembangunan Jangan Ada yang Tertinggal

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, pembinaan melalui aktivitas keagamaan menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan nilai integritas, disiplin, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap ilmu dan akhlak mulia. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi tradisi yang diwariskan, tetapi juga menjadi gerakan pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi generasi muda, masyarakat, dan bangsa.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran